Sedang Proses Diplomasi, Tapi AS Justru Pertimbangkan Serang Iran Lagi

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintahan Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan kembali opsi serangan militer terhadap Iran, meski proses diplomasi antara kedua negara masih berlangsung.

Menurut laporan CBS News, Jumat (22/5/2026) waktu setempat, hingga kini belum ada keputusan final yang diambil Gedung Putih. Namun, persiapan untuk kemungkinan operasi militer disebut terus dilakukan oleh pemerintah dan militer AS.

Di tengah situasi tersebut, Trump membatalkan rencana akhir pekannya di klub golf miliknya di New Jersey dan memilih kembali ke Gedung Putih karena adanya “situasi terkait pemerintahan”.

Sejumlah personel militer dan intelijen AS juga dilaporkan mengubah bahkan membatalkan agenda libur Memorial Day karena meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi konflik baru dengan Iran.

Pejabat pertahanan AS disebut sedang meninjau daftar pemanggilan personel di pangkalan luar negeri. Sementara rotasi pasukan di kawasan Timur Tengah terus berlangsung sebagai antisipasi kemungkinan balasan dari Iran.

Meski demikian, laporan tersebut menyebut Trump masih ingin memberi waktu lebih panjang bagi jalur diplomasi untuk berjalan. Pada Jumat pagi waktu setempat, Trump menggelar rapat bersama pejabat tinggi keamanan nasional AS untuk membahas langkah lanjutan terkait Iran.

Namun, belum ada keputusan resmi mengenai serangan baru. Anna Kelly juru bicara Gedung Putih menegaskan Trump tetap berpegang pada sikap bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Menurut Kelly, Washington telah menyiapkan berbagai skenario apabila proses negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari AS maupun Israel dapat memicu perluasan konflik melampaui kawasan Timur Tengah.

Teheran juga dikabarkan akan segera memberikan respons terhadap proposal terbaru AS yang disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator dalam proses negosiasi.

Sejak gencatan senjata sementara berlaku pada April 2026, AS dan Iran relatif menghindari serangan langsung. Situasi itu membuka ruang bagi negosiasi tidak langsung terkait kesepakatan baru antara kedua negara.

Namun sejumlah media AS melaporkan situasi di balik layar justru menunjukkan tensi yang meningkat. Trump disebut serius mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran, sementara personel militer AS mulai bersiaga penuh.

Perubahan agenda Trump juga memunculkan spekulasi baru. Berdasarkan jadwal terbaru Gedung Putih, Presiden AS itu akan menghabiskan akhir pekan di Washington, bukan di resor golfnya seperti rencana sebelumnya.

Situasi ini mengingatkan pada Juni tahun lalu saat Trump juga mempersingkat agenda bermain golf untuk kembali ke Washington dan menghadiri rapat keamanan nasional. Kala itu, media AS melaporkan Trump memantau serangan terhadap fasilitas nuklir Iran langsung dari Gedung Putih.

Sementara itu, Sergey Lavrov Menteri Luar Negeri Rusia menegaskan Moskow menolak dimulainya kembali agresi terhadap Iran. Lavrov menilai konflik baru di kawasan Teluk Persia akan berdampak buruk terhadap ekonomi global dan memperburuk stabilitas kawasan.

Rusia juga kembali menyerukan dialog antara Iran dan negara-negara Arab guna mencegah eskalasi lebih luas. (bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lansia Pensiunan Guru SMA di Kediri Cabuli 12 Anak Perempuan di Bawah Umur
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Program 3 Juta Rumah, BTN dan KAI Siap Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hasil Pertandingan Persib Vs Persijap: Ditahan Imbang Laskar Kalinyamat, Maung Bandung Resmi Hattrick Juara Super League
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Padahal Penguasa, Partainya Narendra Modi Kalah Popular Lawan Partai Kecoa di India
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eks Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.