HARIAN FAJAR, SAMARINDA – David da Silva berada di ambang sejarah baru sepak bola Indonesia. Striker andalan Malut United itu tinggal selangkah lagi memastikan diri sebagai top skor Super League 2025/2026. Torehan ini sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak tertua dalam sejarah kompetisi Liga Indonesia.
Di usia 36 tahun, David da Silva justru tampil semakin tajam dan konsisten. Ketajamannya musim ini membuat publik kembali menaruh perhatian besar pada sosok striker asal Brasil tersebut. Laga terakhir Malut United melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) merupakan detik-detik momen bersejarah.
Pertandingan itu bukan hanya menentukan posisi akhir Malut United di klasemen. Akan tetapi, juga menjadi panggung bagi David da Silva untuk menasbihkan diri sebagai bomber tertajam di Indonesia.
Nyaman di Puncak Top SkorSepanjang musim ini, David da Silva tampil sebagai mesin gol utama Malut United. Mantan bomber Persebaya Surabaya tersebut sudah mengoleksi 23 gol dari 32 pertandingan. Catatan itu membuatnya kokoh di puncak daftar top skor sementara Super League 2025/2026.
Ia unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, yakni Alex Martins dari Dewa United FC yang mengoleksi 19 gol. Sementara penyerang Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta, berada di bawahnya dengan torehan 18 gol.
Dengan selisih cukup jauh tersebut, peluang David da Silva meraih sepatu emas musim ini sangat terbuka.
“Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik di lapangan dan membantu tim meraih hasil maksimal. Malut United memilih saya sebagai penyerang dan tugas seorang penyerang adalah mencetak gol,” kata David da Silva.
Usia 36 Tahun, Masih Jadi Mesin GolPerforma David da Silva musim ini terasa semakin spesial karena dicapai saat usianya sudah menginjak 36 tahun. Saat pertama datang ke Malut United, tak sedikit yang meragukan ketajamannya. Banyak yang menilai masa terbaiknya telah lewat. Namun, striker asal Brasil itu menjawab semua keraguan lewat performa luar biasa di lapangan.
Puncaknya terjadi saat David da Silva mencetak hattrick ke gawang Persis Solo di Stadion Jatidiri, Semarang, pada 2 Mei 2026. Penampilan eksplosif tersebut membantu Malut United bangkit dan meraih kemenangan dramatis.
“Ini cara saya menjawab keraguan soal usia. Saya membuktikan bahwa usia hanyalah angka,” ujarnya dikutip dari situs resmi liga.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih mampu bersaing dengan para pemain yang jauh lebih muda.
“Semua orang bilang saya sudah tua. Tapi saya jawab di lapangan bahwa performa saya masih lebih baik dibanding banyak pemain yang usianya jauh lebih muda,” tegasnya.
Pecahkan Rekor Ilija SpasojevicJika berhasil mengamankan gelar top skor musim ini, David da Silva resmi memecahkan rekor milik Ilija Spasojevic. Sebelumnya, Spasojevic menjadi top skor tertua Liga 1 musim 2021/2022 saat berusia 35 tahun.
Kini David da Silva melampaui pencapaian tersebut di usia 36 tahun. Menariknya, David sebenarnya sudah lebih dulu mencatat sejarah saat masih membela Persib Bandung.
Kala itu, dua golnya ke gawang Persija Jakarta membuat dirinya melampaui torehan 85 gol di era Super League dan menempatkannya sebagai salah satu striker tersubur dalam sejarah kompetisi Indonesia.
Laga Terakhir yang Sarat MaknaLaga melawan Borneo FC kini menjadi pertandingan penuh makna bagi David da Silva.
Selain berpeluang mengunci gelar top skor, ia juga bisa menegaskan statusnya sebagai salah satu striker asing terbaik yang pernah bermain di Liga Indonesia.
Di tengah persaingan ketat dan usia yang tak lagi muda, David da Silva justru membuktikan bahwa naluri mencetak golnya belum habis.
Kini, publik tinggal menanti apakah Stadion Segiri akan menjadi saksi lahirnya sejarah baru di Super League Indonesia.





