REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Agama RI mendorong majelis taklim menjadi pusat penguatan ketahanan keluarga di tengah meningkatnya tantangan sosial, ekonomi, dan digital dalam kehidupan masyarakat modern.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Keluarga Sakinah–Maslahat Berbasis Majelis Taklim bertema “Majelis Taklim Berdaya, Ketahanan Keluarga Terjaga” di Majelis Taklim Al-Tahmid, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026) lalu.
Baca Juga
Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibanderol Israel Rp 12 M?
Hizbullah Masih Tetap Melawan, Tentara Israel Terus Bertumbangan di Lebanon Selatan
Kegiatan ini dihadiri jamaah, pimpinan majelis taklim, serta para penyuluh agama Islam.
Dalam arahannya, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M Hanafi, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat dan bangsa.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Karena itu, penguatan keluarga harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah meningkatnya tantangan sosial, ekonomi, dan digital yang mempengaruhi kehidupan rumah tangga saat ini.
“Ketahanan bangsa sangat terkait dengan ketahanan keluarga. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Sebaliknya, ketika keluarga rapuh, berbagai persoalan sosial akan mudah muncul,” ujar Muchlis.
Ia menjelaskan bahwa keluarga modern saat ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari melemahnya komunikasi dalam keluarga akibat penggunaan teknologi yang berlebihan, tekanan ekonomi, perubahan pola relasi dalam rumah tangga, meningkatnya angka perceraian, hingga tantangan pengasuhan anak di era media sosial.
Menurutnya, penguatan keluarga tidak cukup hanya melalui pendekatan administratif atau hukum, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai, moral, dan spiritualitas.