JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang penumpang angkutan JakLingko rute Lebak Bulus–Cipulir berinisial BI (27) menjadi korban penganiayaan di dalam kendaraan saat melintas di kawasan kolong Tol Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Pelaku berinisial NS (30) kini telah ditangkap polisi.
Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mengatakan, peristiwa itu bermula ketika korban menaiki JakLingko dari kawasan Arhanud menuju Cipulir.
“Korban duduk di dekat pintu sebelah kiri kendaraan,” ujar Seala dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Kronologi Begal Mobil di Cisauk, Korban Sempat Diikat dan Ditinggal di Jalan Sepi
Bermula dari Kartu Pembayaran Elektronik
Saat kendaraan melintas di kawasan kolong Tol Pasar Bintaro, pelaku naik dan duduk di bangku belakang sisi kanan kendaraan.
Pelaku kemudian meminta bantuan penumpang lain untuk men-tap kartu pembayaran elektronik karena mesin sempat mengalami gangguan.
Setelah kartu berhasil digunakan, korban menerima kartu tersebut dari penumpang lain untuk diserahkan kembali kepada pelaku.
Namun, pelaku tiba-tiba menarik kartu itu secara kasar dari tangan korban.
Baca juga: Kronologi Muhammad Firdaus Hilang Saat Haji hingga Ditemukan Meninggal
Korban Ditampar dan Ditendang di Dalam Kendaraan
Tak lama kemudian, saat ada penumpang turun dan korban hendak membantu menutup pintu kendaraan, pelaku tiba-tiba menampar korban.
“Tidak lama kemudian, saat ada penumpang turun dan korban hendak membantu menutup pintu kendaraan, pelaku tiba-tiba menampar pipi kiri korban,” kata Seala.
Korban sempat mempertanyakan tindakan pelaku. Namun, pelaku kembali menampar korban sebanyak dua kali dan menendangnya satu kali hingga memicu adu mulut di dalam kendaraan.
Melihat keributan tersebut, sopir kemudian menghentikan kendaraan dan meminta seluruh penumpang turun.
Saat korban hendak turun dari kendaraan, pelaku kembali menendangnya hingga mengenai lengan kiri korban.
"Penumpang lain kemudian merelai keduanya," jelas Seala.
Baca juga: Hercules Dipolisikan Anak Ahmad Bahar soal Dugaan Penyekapan, GRIB Jaya: Kami Hormati