Magelang: Persiapan perayaan Hari Raya Waisak tahun 2570 Buddhist Era terus dimatangkan di kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya. Salah satunya pelepasan 2.570 lampion atau lentera perdamaian dunia.
Ketua Lampion Waisak Borobudur, Fatmawati, menyatakan pelepasan 2.570 lampion perdamaian dunia disesuaikan dengan tahun Buddhist Era sebagai symbol keberuntungan.
"Waisak tahun ini berjumlah 2.570, mengusung tahun Buddhist Era. Jadi kami selalu menambah satu setiap tahunnya supaya lebih hoki, lebih bagus lagi," kata Fatmawati, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain pelepasan lampion, juga akan dihadirkan pertunjukan 570 drone yang akan menampilkan visualisasi sejarah agama Buddha. Mulai dari kelahiran Siddhartha Gautama, pencapaian penerangan sempurna, hingga Parinibbana.
Baca Juga :
Walubi Gelar Pengobatan Gratis di Candi Borobudur, Cek Syarat dan Cara Masuknya"Dan jangan lupa untuk semuanya yang dari seluruh Indonesia datang, lihat, dan buktikan sendiri momen Waisak yang sangat istimewa di Candi Agung Borobudur," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional Walubi, Karuna Murdaya, menjelaskan rangkaian acara peringatan Waisak akan dimulai dengan bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat umum di wilayah Candi Borobudur. Mencakup operasi bibir sumbing, katarak, hingga pemeriksaan gigi.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengambilan api suci dari Mrapen, pada 29 Mei. Dilanjutkan dengan pengambilan air suci di Umbul Jumprit, pada 30 Mei.
"Tanggal 30 ambil air suci dari Umbul Jumprit dan 31 Mei mulai prosesi dari Candi Mendut ke Candi Borobudur jam 10 pagi," kata Karuna.




