Bisnis.com, JAKARTA - Rabu, 20 Mei 2026 kemarin, bertepatan dengan tujuh tahun wafatnya salah satu legenda pembalap Formula 1 asal Austria, Niki Lauda.
Legenda F1 tersebut wafat pada 20 Mei 2019 di Wina, Austria ketika dirinya menginjak usia 70 tahun akibat sakit paru-paru yang dideritanya.
Niki Lauda merupakan pembalap Formula 1 yang aktif di era 70–80-an sebagai salah satu driver kondang dengan tiga gelar juara dunia di puncak motorsport tersebut.
Niki meraih dua gelar juara dunianya bersama tim Scuderia Ferrari di Formula 1 musim 1975 dan 1977. Satu gelar lagi diraih oleh Lauda bersama McLaren tujuh tahun setelahnya di musim 1984.
Dengan prestasinya tersebut, Lauda merupakan ikon yang dihormati di tim Scuderia Ferrari dan McLaren. Namun, selain dua tim tersebut, Niki Lauda juga diagungkan oleh konstruktor pabrikan asal Jerman, Mercedes AMG F1 Team.
Mercedes menghormati Niki Lauda karena jasanya yang turut membawa perubahan signifikan ke tim sejak dirinya bergabung pada tahun 2012 sebagai pemegang saham pemilik, sekaligus Ketua Non-Eksekutif di tim tersebut.
Baca Juga
- Mercedes-Benz Stadium Atlanta, Stadion Futuristik dengan Atap Ikonik & Teknologi Canggih
- Mercedes-Benz Tetap Pertahankan Layar Raksasa pada Interior Mobil Masa Depan
- Mercedes-Benz Amankan Kontrak Baterai EV Rp115,5 Triliun dari Samsung SDI
Salah satu perubahan besar yang dibawa oleh Niki Lauda ke Mercedes adalah ketika dirinya membujuk Lewis Hamilton untuk bergabung sebagai pembalap di musim 2013.
Bergabungnya Hamilton menjadi titik balik bagi Mercedes dengan prestasi yang luar biasa, enam gelar juara dunia pembalap dan delapan juara dunia konstruktor.
Melansir dari laman resmi Mercedes AMG F1 Team, Rabu (20/5/2026), mereka membuat simbol bintang merah di livery mobil sebagai bentuk penghormatan ke mendiang legenda Formula 1 Niki Lauda.
Kepala tim Mercedes, Toto Wolff menjelaskan bahwa penyematan bintang merah dilakukan untuk mengenang nilai juang dan semangat yang dibawa Niki Lauda ke timnya.
"Meskipun Niki tidak lagi bersama kita secara fisik, semangatnya tetap menjadi inti dari semua yang kita lakukan dan hari ini, kita mengenang sosok hebat itu," tulis Mercedes di laman resmi mereka, dikutip Rabu (20/5/2026).
Alasan secara harfiah penempatan logo bintang merah di mobil Mercedes adalah merujuk pada topi merah yang selalu digunakan Niki Lauda saat hadir di paddock.
Kepergiannya sebelum GP Monaco 2019 menjadi awal dari tim Mercedes menyematkan logo bintang merah di setiap mobil balap mereka sebagai bentuk penghormatan ke mendiang Niki Lauda dalam setiap putaran lap hingga saat ini dan masa-masa berikutnya.
"Bintang kecil berwarna merah berujung tiga itu akan tetap ada di mobil selamanya. Kecuali jika kami menemukan sesuatu yang benar-benar kami yakini sepadan dengan Niki Lauda, maka inilah yang akan kami lakukan," ujar Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff.
Selain dengan logo bintang merah, penghormatan yang dilakukan tim Mercedes terhadap mendiang Niki Lauda adalah dengan membuat jalan bernama Lauda Drive pada pabrik mereka di Brackley, Inggris.
Setiap kali mobil balap mereka kembali ke Brackley, akan melintasi jalan Lauda Drive bersamaan dengan logo bintang merah yang terpampang di livery.
Profil Singkat Niki Lauda dan PrestasinyaNiki Lauda merupakan pembalap Formula 1 yang lahir di Wina, Austria pada 22 Februari 1949. Meskipun berasal dari keluarga pengusaha kaya, sepanjang karier balapnya dilakukan pembiayaan mandiri olehnya tanpa ada campur tangan keluarga.
Niki memulai karier di F1 pada tahun 1971 bersama tim March sebagai pay driver, di mana biaya yang didapat diraih dari aksi nekatnya berutang di bank.
Niki membawa tim March yang terpuruk kembali ke permukaan setelah meraih podium ketiga di GP Monaco 1973.
Di tahun 1974, pendiri Ferrari, Enzo Ferrari melihat bakat luar biasa dari Niki yang membuatnya direkrut oleh tim Maranello tersebut untuk menjadi pembalap musim itu.
Niki meraih Juara Dunia pembalap pertamanya bersama Ferrari di musim 1975 dengan mobil F312 T2 dan hampir juara pada musim berikutnya, namun terhalang oleh insiden kecelakaannya di Sirkuit Nordschleife, Nürburgring, Jerman.
Niki kembali menjadi juara dunia pada tahun 1977 bersama Ferrari, setelahnya melalang buana ke berbagai tim salah satunya Brabham.
Dirinya meraih gelar juara ketiga bersama tim asal Inggris, McLaren di musim 1984 dengan mobil McLaren MP4/2-nya.
Setelahnya, Lauda pensiun dan menekuni pekerjaan lainnya sebagai seorang pebisnis di bidang penerbangan bernama Lauda Air.
Selama kariernya sebagai seorang pembalap Formula 1, Lauda mencatatkan prestasi yang luar biasa dengan tiga gelar juara dunia, 24 pole position, dan 25 kemenangan Grand Prix dalam 171 balapan.
Lauda kembali ke paddock Formula 1 di tahun 2012 sebagai pemilik saham sekaligus kepala non-eksekutif dan penasihat tim hingga tahun 2019.
Niki mengantarkan tim Mercedes meraih tujuh gelar dunia pembalap dan delapan gelar konstruktor secara beruntun sejak tahun 2014 hingga 2021.





