JAKARTA - Militer Israel memperlakukan 428 aktivis kemanusiaan pro-Palestina dari berbagai negara yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla secara tidak manusiawi. Mereka ditangkap bersama 9 WNI di perairan internasional menuju Gaza saat menembus blokade militer Zionis Israel.
Bahkan, Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir mengunggah video yang memperlihatkan militer Israel memaksa anggota flotilla yang ditahan untuk berlutut menghadap ke bawah dengan tangan terikat.
Ben Gvir terlihat dalam rekaman sambil mengibarkan bendera Israel dan melontarkan pernyataan provokatif kepada para aktivis.
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) mengatakan, dalam hukum humaniter internasional, misi kemanusiaan Sumud Flotilla adalah sipil yang harus dilindungi.
‘’Dilarang keras diserang, diintimidasi, atau dijadikan tawanan. Bahkan dalam konvensi Jenewa, misi kemanusiaan harus diizinkan,’’ ujar Gus Salam, Sabtu (23/5/2026).
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Bisri Syansuri ini melanjutkan, bahwa aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang.
“Ketika sedang menjalankan sholat wajib saja boleh dibatalkan, bahkan wajib dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Gus Salam meragukan zionis Israel mau mengubah dirinya untuk tunduk dan patuh pada hukum internasional.




