TABLOIDBINTANG.COM - Ruben Onsu mengungkap progres pembangunan masjid dan rumah tahfiz miliknya sudah mencapai sekitar 30 persen. Ruben tidak terburu-buru menyelesaikan proyek tersebut demi menjaga kualitas bangunan.
“Kebetulan masjid dan rumah tahfidz ini berdekatan. Saya sudah menggebu-gebu pengin cepat salat di sana, tapi kalau gerabak-gerubuk nanti bangunannya enggak kokoh,” ujar Ruben, saat ditemui di kawasan Bekasi, Jumat (22/5).
Menurut presenter berusia 41 tahun itu, kendala utama pembangunan saat ini adalah cuaca yang tidak menentu. Hujan yang turun hampir setiap hari membuat proses pengerjaan beberapa kali harus dihentikan. “Sekarang ini hujan, berhenti, hujan, berhenti. Jadi saya bilang jangan dipaksakan, tunggu kering dulu,” katanya.
Meski demikian, Ruben mengaku terus memantau perkembangan proyek tersebut secara intensif. Bahkan, ia menyebut hampir setiap dua jam sekali mengecek proses pembangunan. “Bukan monitor lagi. Per dua jam saya lihat apa yang lagi dikerjakan. Karena kalau sudah jadi terus mau bongkar lagi, lebih susah,” ucapnya.
Ruben juga mulai masuk ke tahap pemilihan detail interior seperti ubin, warna bangunan, hingga karpet masjid. Ia memastikan masjid tersebut akan didominasi warna putih. “Warna sudah saya sepakati, nggak ada warna lain kecuali putih,” katanya.
Tak hanya masjid, Ruben juga membangun rumah tahfiz yang nantinya diperuntukkan bagi para santri penghafal Al-Qur'an. Ia menargetkan rumah tahfiz itu dapat menampung sekitar 150 orang.
Namun, Ruben menegaskan dirinya lebih mengutamakan kualitas pendidikan dibanding jumlah penghuni. “Saya enggak kepengin full banget. Saya maunya 150 tapi mereka bisa khatam Qurannya bagus dan tinggal nyaman di sana,” tutur Ruben.
Ia berharap para santri nantinya bisa tumbuh menjadi sosok-sosok besar yang bermanfaat bagi masyarakat. “Siapa tahu nanti ada yang jadi ustaz besar atau kiai besar,” lanjutnya.
Ruben menargetkan pembangunan masjid dan rumah tahfiz tersebut bisa selesai sebelum akhir tahun 2026. Namun, ia tidak mempermasalahkan jika prosesnya harus molor demi hasil yang lebih baik. “Kalau terlalu cepat saya takut juga. Lima bulan pun saya tungguin enggak apa-apa,” kata Ruben.




