HARIAN FAJAR, JAKARTA – Nama Mariano Peralta benar-benar meledak di Super League 2025/2026. Winger andalan Borneo FC itu tampil luar biasa sepanjang musim dan sukses dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi setelah menjadi motor utama permainan Pesut Etam dalam perburuan gelar juara.
Tak hanya tajam di depan gawang, Mariano Peralta juga menjelma menjadi kreator serangan paling mematikan di liga. Pemain asal Argentina tersebut menutup musim dengan catatan fantastis: 20 gol dan 13 assist dari 34 pertandingan. Statistik itu membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Super League musim ini.
Ketajaman dan konsistensinya bersama Borneo FC kini membuat Peralta mulai diperebutkan klub-klub elite Indonesia. Persija Jakarta dan Persib Bandung disebut menjadi dua tim yang paling serius memantau situasi sang pemain jelang bursa transfer musim depan.
Jadi Mesin Serangan Borneo FCMariano Peralta menjadi alasan utama Borneo FC mampu bersaing di papan atas hingga pekan terakhir Super League. Hampir di setiap pertandingan penting, pemain bernomor punggung 10 itu selalu hadir sebagai pembeda.
Kecepatan, visi bermain, hingga kemampuan membuka ruang membuat Peralta sangat sulit dihentikan lawan. Ia juga dikenal fleksibel karena mampu bermain di kedua sisi sayap maupun sebagai penyerang tengah.
Jumlah 20 gol yang dicetaknya hanya kalah dari striker Malut United, David da Silva, yang menjadi top skor liga dengan 23 gol. Namun dalam urusan kontribusi permainan, Peralta dinilai lebih komplet karena juga menciptakan 13 assist untuk rekan-rekannya.
Musim ini, Peralta hanya menerima dua kartu kuning sepanjang kompetisi. Catatan disiplin itu semakin menegaskan kualitasnya sebagai pemain modern yang efektif sekaligus cerdas di lapangan.
Punya Banyak JulukanPerforma impresif Mariano Peralta membuat dirinya mendapat banyak julukan dari suporter Borneo FC. Sebagian fans menjulukinya “Penyihir dari Argentina” karena kemampuan individunya yang kerap merepotkan lawan.
Tak sedikit pula rekan setim yang memanggilnya “Maradona” karena gaya bermainnya yang penuh kreativitas dan berani melakukan improvisasi di area pertahanan lawan.
Pemain berusia 28 tahun tersebut memang dikenal punya kemampuan menggiring bola yang baik, lincah dalam duel satu lawan satu, serta mampu mencetak gol dengan kaki kanan maupun kiri.
Kehadirannya membuat serangan Borneo FC menjadi jauh lebih hidup sepanjang musim.
Perjalanan Karier Mariano PeraltaMariano Ezequiel Peralta Bauer lahir di Adrogué, Argentina, pada 20 Februari 1998. Ia memulai karier sepak bolanya di akademi klub besar Argentina, San Lorenzo.
Pada 11 September 2018, Peralta menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama San Lorenzo sebelum akhirnya menjalani debut di Argentine Primera División saat menghadapi Aldosivi pada 1 Maret 2020.
Kariernya kemudian terus berkembang. Pada Februari 2022, Peralta dipinjamkan ke Unión de Santa Fe untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Di klub tersebut, ia mulai menunjukkan potensi besarnya sebagai winger kreatif.
Setelah itu, Peralta melanjutkan petualangannya ke Uruguay bersama CA Cerro sebelum akhirnya direkrut Borneo FC pada 7 Agustus 2024.
Keputusan Borneo FC memboyong Peralta ternyata menjadi salah satu transfer terbaik klub dalam beberapa musim terakhir.
Langsung Bersinar di IndonesiaPada musim pertamanya di Indonesia, Mariano Peralta langsung mencuri perhatian publik Super League. Meski berstatus pemain baru, ia mampu tampil konsisten dan menjadi sosok penting dalam permainan Borneo FC.
Musim 2024/2025 lalu, Peralta mencetak 9 gol dan 14 assist dari 32 pertandingan. Catatan assist tersebut bahkan membuatnya menjadi pemimpin daftar assist liga saat itu.
Penampilan apiknya terus meningkat di musim 2025/2026. Ia berkembang menjadi pemain yang lebih matang, lebih tajam, dan lebih menentukan dalam pertandingan besar.
Tak heran jika banyak pandit sepak bola Indonesia menilai Peralta sebagai pemain paling komplet di Super League musim ini.
Persija dan Persib Mulai MengintaiPerforma luar biasa Mariano Peralta membuat masa depannya mulai jadi perbincangan panas di bursa transfer. Persija Jakarta dan Persib Bandung disebut tertarik memboyong sang winger untuk memperkuat lini serang musim depan.
Persija disebut membutuhkan sosok kreatif yang mampu menjadi pembeda di lini depan, sementara Persib mencari pemain yang bisa menambah variasi serangan demi mempertahankan dominasi mereka di Super League.
Sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait masa depan Peralta. Namun dengan performa luar biasanya musim ini, bukan tidak mungkin Borneo FC akan kesulitan mempertahankan sang pemain dari godaan klub-klub besar.
Statistik Mariano Peralta Musim 2025/2026- 34 pertandingan
- 20 gol
- 13 assist
- 2 kartu kuning
- 22 pelanggaran
- 5 offside





