JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku penganiayaan terhadap penumpang JakLingko 49 rute Lebak Bulus-Cipulir di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam mengatakan, pelaku berinisial NS (30) disebut baru keluar dari rumah sakit jiwa kurang dari satu tahun lalu.
“Yang bersangkutan memang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena mengalami gangguan mental atau kejiwaan,” ujar Seala di Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Meski demikian, polisi masih perlu melakukan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama Dinas Sosial dan rumah sakit jiwa.
“Nanti hasil uji klinisnya seperti apa, baru bisa dijelaskan penanganannya. Tapi proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur,” kata Seala.
Baca juga: Penumpang JakLingko Ditampar dan Ditendang di Dalam Angkot, Pelaku Ditangkap
Sementara itu, korban bernama Berliana (27) mengaku sempat tidak menyangka pelaku mengalami gangguan kejiwaan karena penampilannya terlihat normal.
“Kalau ODGJ sih enggak kepikiran, cuma kayak orang stres mungkin. Penampilannya rapi, pakai perhiasan, diajak ngobrol juga nyambung,” kata Berliana.
Namun, menurut dia, gerak-gerik pelaku sempat terlihat panik saat berbicara.
"Diajak ngobrol tuh nyambung, cuma kayak orang salah, panik gitu loh, jadi ngomongnya kayak itu di depan, lihat kiri gitu," jelas dia.
Baca juga: Kronologi Penumpang JakLingko Ditampar dan Ditendang, Bermula dari Mesin Tap Error
Bermula Saat Mesin Tap ErrorKasus tersebut terjadi di dalam angkutan JakLingko 49 bernomor RSG 1779 di Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Berliana mengaku ditampar dan ditendang oleh pelaku saat berada di dalam angkutan umum tersebut.
Keributan bermula ketika mesin tap kartu elektronik di dalam JakLingko mengalami gangguan.
"Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak 'mau di-tapin enggak kartunya?' kalau ditanya apa, jawab apa. Itu semua nengok, memang karena dia ngebentak kan, terus aku jelasin, karena mesin card itu lagi error," kata Berliana.
Setelah itu, situasi sempat kembali normal hingga seorang penumpang di samping Berliana hendak turun dari kendaraan.
Saat hendak membantu membuka jalan untuk penumpang tersebut, Berliana tiba-tiba ditampar oleh pelaku.
Karena kesal, Berliana sempat merekam kejadian menggunakan telepon seluler hingga video tersebut ramai di media sosial.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




