Kepsek se-Jember Dilarang Ulangi Manipulasi Dapodik Demi Bohongi Akreditasi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pelaporan kondisi sekolah kerap tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Aksi manipulasi demikian ini bukan tanpa tujuan.

Merupakan modus yang umum terjadi di banyak kasus yang mengandung maksud agar sekolah mendapat penilaian baik walaupun berbeda dengan kenyataan.

Dampak dari kebohongan merugikan dunia pendidikan maupun pemerintah. Banyak sekolah yang tiba-tiba gedungnya ambruk, mendadak atapnya runtuh, karena tidak sempat tertangani gara-gara kebohongan laporan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait mengungkapkan fenomena ketidakjujuran itu saat berpidato usai melantik 734 kepala TK, SD, SMP, pengawas, dan penilik sekolah, Sabtu 23 Mei 2026.

"Saya kaget, tahun pertama kemarin jadi Bupati banyak sekolah rusak, tapi kok catatan tiap tahun dana bantuan revitalisasi dari pusat paling banyak hanya Rp6 miliar?," katanya mengawali cerita.

"Ternyata, baru tahu setelah saya mengeluh ke pemerintah pusat, kok bantuannya ke Jember sedikit? Jawabannya apa? Ini loh Pak laporannya Dapodik Jember baik-baik. Jadi, selama ini tidak sepenuhnya dilaporkan yang rusak," lanjutnya mengisahkan.

Gus Fawait pun seketika mengambil inisiatif dengan memerintahkan Dinas Pendidikan untuk memeriksa semua sekolah. Memvalidasi kesesuaian antara isian Dapodik dengan kondisi sekolah.

Setelah semua rampung, upaya tersebut membuahkan hasil. Permohonan Gus Fawait yang berbekal laporan faktual akhirnya diterima pemerintah pusat.

"Kita temukan ada 2.300 ruang sekolah rusak berat. Mau pakai APBD Jember tidak akan cukup walau semua ruang fiskal kita kerahkan untuk itu. Untungnya, kita punya Pak Prabowo. Beliau membantu kita tahun 2025 memberi dana Rp90 miliar," ulasnya disambut riuh tepuk tangan.

Mulai sekarang, Gus Fawait melarang keras para kepsek yang sudah dilantik melakukan laporan palsu tentang kondisi sekolah seperti sebelum-sebelumnya. Setiap kepsek wajib membuat laporan apa adanya.

Gus Fawait menuntut integritas kepsek. Laporan sekolah melalui Dapodik harus berisi fakta. Ia memperingatkan, jangan sampai terulang lagi isian Dapodik dibuat-buat dengan materi yang tidak jujur, karena bantuan rehabilitasi sekolah masih berlanjut di tahun 2026.

"Saya tidak mau lagi ada viral-viral gedung runtuh tidak dilaporkan. Penyebabnya, karena di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) tidak dilaporkan yang sesungguhnya. Manipulasi itu demi akreditasi, tapi yang dikorbankan sekolahnya," seru Gus Fawait.

Selain itu, Gus Fawait mengungkit keputusannya melantik ratusan kepsek dilatarbelakangi keinginannya menyegarkan personil di struktur lembaga pendidikan.

Penempatan posisi baru, pemindahan tempat, dan pergantian kepsek diserahkan sepenuhnya oleh Gus Fawait kepada Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arif Tyahyono bersama tim.

"Saya pasrahkan ke tim Dinas Pendidikan. Sama sekali saya tidak ikut-ikutan memilih. Tentukan berdasarkan kinerja, jangan ada uang-uang," tegasnya.

Rincian yang dilantik terdiri atas kategori promosi 13 orang, mutasi 721 orang, pengawas sekolah 37 orang, dan penilik 6 orang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Sudah Tangani Penyebab Listrik Padam di Sumatera, Segera Normal
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Siapa Saja Pejabat Bea Cukai yang Diduga Terlibat dalam Kasus Suap Blueray Cargo?
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Bamsoet Dukung Berburu Babi Hutan yang Rugikan Petani
• 1 jam laludetik.com
thumb
IHSG Sepekan Tertekan ke 6.162, Market Cap Rp1.190 Triliun Lenyap
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Kapasitas Pembangkit Batu Bara di RI Naik 4 GW Saat Tren Global Turun
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.