Gresik (beritajatim.com) – Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan semangat baru partainya usai melantik 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik. Pelantikan yang dikemas dengan nuansa modern dan dekat dengan generasi muda itu disebut menjadi energi baru untuk memperkuat soliditas partai menghadapi tantangan politik ke depan.
Menurut Gus Yani, panggilan akrabnya, pelantikan PAC kali ini dibuat berbeda dengan konsep yang lebih segar dan bernuansa entertainment ala anak muda. Langkah tersebut dilakukan agar kader partai semakin dekat dengan generasi muda yang menjadi target utama politik ke depan.
“PAC yang dilantik punya semangat baru. Pelantikan ini terasa seperti entertainment era anak muda. Ada 18 PAC dikumpulkan dan mudah-mudahan semakin solid dalam membangun partai,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, masyarakat saat ini membutuhkan kehadiran langsung partai politik di tengah tingginya isu ketidakpastian sosial dan ekonomi. Karena itu, dirinya berkomitmen turun langsung mengunjungi seluruh PAC di Kabupaten Gresik bersama anggota fraksi di masing-masing daerah pemilihan (dapil).
“Kami akan berkunjung ke PAC seluruh Gresik dengan melibatkan anggota fraksi di dapil masing-masing.” Dirinya juga mengapresiasi para senior PDIP yang selama ini tetap menjaga semangat perjuangan partai.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, yang hadir di acara pelantikan mengingatkan bahwa tantangan Pemilu 2029 diprediksi jauh lebih berat dibandingkan Pemilu 2024.
Menurut Deni, Kabupaten Gresik merupakan daerah pemilihan yang unik. Untuk itu, kaderisasi dan penguatan struktur partai harus benar-benar dipersiapkan sejak sekarang, termasuk menyiapkan kader untuk kembali memenangkan Pilkada Gresik.
“Target pileg tambahan dua kursi itu hal umum. Tapi yang paling penting adalah menyiapkan kader untuk Pilkada Gresik agar kembali dimenangkan,” katanya.
Ia menilai kombinasi kader senior dan junior menjadi kekuatan baru bagi PDIP di Gresik. Terlebih, momentum politik ke depan akan sangat dipengaruhi generasi muda dan pemilih Gen Z.
“Usia muda ke depan momentumnya sangat dibutuhkan partai. Pemilu mendatang sekitar 59 persen pemilih adalah Gen Z. Kalau tidak menyiapkan generasi muda, kita akan tertinggal,” pungkas Deni. (dny/kun)




