Gus Salam: Dunia Harus Berani Mendidik Israel dengan Sanksi

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Bakal kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Abdussalam Shohib menilai misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla merupakan inisiaitf sipil yang pantas mendapat perlindungan.

“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang. Ketika sedang menjalankan salat wajib saja boleh dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” kata Gus Salam -panggilan Abdussalam Shohib.

BACA JUGA: Tangis Haru Keluarga Sambut Kebebasan Jurnalis Foto Thoudy Badai dari Tahanan Militer Israel

Dia meragukan zionis Israel mau mengubah diri untuk tunduk dan patuh pada hukum internasional.

"Kepribadian Yahudi dan karakter zionis Israel terbentuk untuk merusak tatanan internansional. Mereka tidak mengenal nilai dan norma kemanusiaan, yang mereka kenal hanya berkuasa dan menguasai yang lain," tuturnya.

BACA JUGA: WNI yang Diculik Israel Dibebaskan, Iman Sukri: Pemerintah Harus Kawal Sampai Pemulangan

"Susah mengubah watak Yahudi, terlebih dengan politik zionis membentuk Israel Raya. Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusian akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” imbuh Gus Salam.

Menurut Gus Salam, Asia Barat atau Timur Tengah yang dikenal kaya sumber daya alam, terutama minyak dan gas bumi, diperebutkan oleh para kapitalis di benua Amerika dan Eropa. Zionis Israel digunakan sebagai boneka sekaligus diuntungkan oleh kapitalis dua benua itu untuk mengontrol Timur Tengah agar tetap menjadi mitra tidak setara.

BACA JUGA: Diminta Jadi Ketum PBNU, Gus Salam pun Minta Izin kepada Menteri Agama

"Sosok seperti Benyamin Netanyahu dan Itamar Ben-Gvir adalah gambaran pemimpin zionis yang angkuh. Aktivis kemanusiaan dunia dengan misi memberikan bantuan untuk para korban konflik bersenjata akan terus diadang, diusir, dan dipelakukan tidak manusiawi,” ujarnya.

Gus Salam menilai dunia harus terus memberi tekanan dan sanksi kepada zionis Israrel.

"Setiap negara yang peduli terhadap kemanusiaan harus berani memberi tekanan dan sanksi melalui kebijakan politik negara masing-masing. Bentuknya bisa macam-macam, termasuk boikot terhadap segala produk dari atau terafiliasi dengan kepentingan ekonomi dan politik zionis Israel,” katanya.

Gus Salam mengatakan, dunia harus memberi pelajaran kepada Israel.

"Tindakan nyata diperlukan untuk menghentikan kekejaman Israel,” katanya. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Jembatan Permanen di Aceh Ditargetkan Rampung Juli 2026
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ekonom Senior Burhanuddin Abdullah: Kenaikan Suku Bunga BI Tepat di Tengah Tekanan Global
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Warga di Lampung Selatan Temukan Jasad Anak Perempuan, Ada Surat dari Orang Tua
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Semarakkan HUT ke-34 Bukit Baruga
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Hadir di Bandung, Indomobil Expo Perkuat Momentum Pertumbuhan Kendaraan Listrik
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.