JAKARTA, DISWAY.ID-- Siemens Healthineers bersama Siloam Hospitals Group memperkuat layanan kanker di Indonesia lewat peluncuran Symbia Pro.Specta dalam ajang The 6th Siloam Oncology Summit 2026.
Teknologi SPECT/CT generasi terbaru ini langsung dipasang di MRCCC Siloam Semanggi dan menjadi yang pertama dari Siemens Healthineers di fasilitas tersebut. Kehadirannya menandai lompatan penting dalam diagnosis kanker yang lebih presisi dan personal.
BACA JUGA:BULOG Gandeng Kampus, Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
Di tengah tingginya kasus kanker di Indonesia mencapai lebih dari 408 ribu kasus baru menurut GLOBOCAN 2022, kebutuhan deteksi dini menjadi krusial. Banyak pasien masih terdiagnosis pada stadium lanjut, yang berdampak pada efektivitas terapi.
Symbia Pro.Specta menawarkan pendekatan berbeda. Sistem ini menggabungkan pencitraan anatomi dan fungsional secara simultan, memungkinkan dokter membaca karakter tumor lebih detail hingga level biologis.
BACA JUGA:Karnaval Gear Ultima 2026 Hadir di Depok, Ada Program dan Promo Apa Saja?
Hasilnya, keputusan terapi bisa lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi masing-masing pasien.
President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, mengatakan teknologi ini mendorong era precision medicine di Tanah Air.
“Setiap pasien unik. Dengan teknologi ini, diagnosis bisa lebih akurat dan terapi lebih personal,” ujar Alfred, di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.
Hal senada disampaikan Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan. Ia menilai kehadiran Symbia Pro.Specta memperkuat layanan kedokteran nuklir dan pencitraan presisi di rumah sakit tersebut.
BACA JUGA:SELAMAT! Persib Juara Super League: Satu-satunya Klub yang Raih Hattrick Winner
Tak hanya peluncuran alat, Siemens Healthineers juga memamerkan ekosistem onkologi terintegrasi mulai dari skrining berbasis AI, diagnostik lanjutan, hingga terapi dan pemantauan pasien.
Kolaborasi Siemens dan Siloam ini diharapkan mempercepat transformasi layanan kanker di Indonesia, dari sekadar pengobatan menjadi penanganan yang lebih terarah, terukur, dan berpusat pada pasien.





