Pengembangan Pelabuhan Korido Disiapkan untuk Perkuat Konektivitas dan Kedaulatan Maritim Papua

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Papua menyusun rancangan teknis pengembangan Pelabuhan Korido di Kabupaten Supiori guna memperkuat konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) sekaligus mendukung kedaulatan maritim di wilayah utara Papua.

Penyusunan pengembangan dilakukan melalui Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Korido oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Korido Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama Pemerintah Provinsi Papua.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri bersama tim teknis terkait di Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Papua.

Kolaborasi Perdana Pengembangan Pelabuhan

Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam pengembangan infrastruktur maritim di Papua.

“Kerja sama ini merupakan momentum bersejarah karena menjadi kolaborasi pertama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua dalam penyusunan DED pengembangan suatu pelabuhan,” ungkap Matius.

Menurutnya, sinergi pengembangan Pelabuhan Korido dapat memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di Papua, khususnya di wilayah Supiori yang masuk kawasan 3TP.

“Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Korido di tanah ini, supaya terus berkembang dan menjadi pelabuhan yang maju, profesional dan membanggakan,” katanya.

Matius menilai pelabuhan yang produktif akan membangun konektivitas yang kuat sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Penyusunan DED Pelabuhan Korido melibatkan sejumlah instansi daerah, yakni Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Papua.

Tujuan utama penyusunan DED tersebut adalah memperkuat layanan distribusi logistik dan kepelabuhanan di wilayah 3TP.

Dermaga dan Terminal Penumpang Akan Dikembangkan

Kepala KUPP Kelas III Korido Willem Thobias Fofid mengatakan Pelabuhan Korido memiliki posisi strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi wilayah kepulauan di utara Papua.

Willem menyebut tantangan geografis selama ini menjadi kendala aksesibilitas dan konektivitas di wilayah tersebut.

Menurutnya, pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido akan meliputi studi dan analisis perpanjangan dermaga, pembangunan area walkway, terminal penumpang, kantin, pagar, dan area komersial untuk tahun anggaran 2027.

“Dan pembangunan kantin, terminal penumpang serta area walkway dan area komersil dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai penumpang dan juga pelaku usaha masyarakat lokal,” ujar Willem.

Ia menambahkan, perpanjangan dermaga akan meningkatkan kapasitas operasional pelabuhan untuk melayani kapal berukuran besar.

Willem menilai sinergi penyusunan dan finalisasi dokumen DED dapat memperkuat persyaratan pengembangan pelabuhan sekaligus menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan.

“Semoga ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Matius Wally mengatakan sinergi tersebut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan layanan kepelabuhanan dan angkutan perairan yang terintegrasi.

“Pemanfaatan teknologi operasional diharapkan mampu menghadirkan konektivitas layanan pelabuhan yang handal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial,” ungkap Matius Wally.

Ia berharap penguatan kedaulatan maritim melalui pengiriman komoditas unggulan daerah lewat Pelabuhan Korido dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih maju.

Menurutnya, operasional pelabuhan, pergerakan kapal, aktivitas pelabuhan, dan layanan angkutan laut merupakan aset strategis negara yang harus dikelola secara aman, terintegrasi, dan berdaulat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa APBN RI Defisit? Anak Buah Purbaya Beri Penjelasan Ini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Belajar dari Arsenal dan Mikel Arteta Bangun Fondasi Juara, PSIM Resmi Perpanjang Kontrak Jean-Paul van Gastel
• 8 jam lalubola.com
thumb
Reynaldo Bakal Bawa Hipmi Ikut Gerakkan Pariwisata dan Ekonomi Nasional
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Usai Kapal Perang Pakistan, Kini Kapal Perusak Jepang Sambangi Tanjung Priok
• 10 jam lalukompas.com
thumb
IHSG Sepekan Tertekan ke 6.162, Market Cap Rp1.190 Triliun Lenyap
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.