Di tengah tren olahraga padel yang semakin digemari, ada kisah hangat tentang solidaritas dan kepedulian yang lahir dari lapangan padel tersebut. Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) kembali menghadirkan turnamen Padel for Hope Vol. 2 pada 8–10 Mei 2026 di KALMA Social Club, Jakarta. Namun lebih dari sekadar kompetisi olahraga, acara ini menjadi gerakan bersama untuk membantu keluarga pasien anak yang sedang berjuang menghadapi penyakit kronis.
Tahun ini, donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membangun Rumah Singgah kelima Yayasan RMHC di RS Kemenkes Surabaya dengan kapasitas 33 kamar, sekaligus menghadirkan Ruang Tunggu Keluarga di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.
Lebih dari 260 peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam turnamen ini. Di balik atmosfer kompetitif di lapangan, hadir semangat kebersamaan dan kepedulian bagi keluarga pasien anak yang selama ini harus tidur di selasar rumah sakit, masjid, hingga pom bensin demi mendampingi anak mereka menjalani pengobatan.
Mengusung semangat Hari Keluarga Internasional dengan tema Play for a Cause, setiap pertandingan bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang menghadirkan harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
“Padel for Hope bukan sekadar ajang olahraga, tetapi gerakan kolektif yang menyatukan masyarakat untuk menghadirkan harapan bagi keluarga pasien anak dengan penyakit kronis di Indonesia,” ujar Caroline Djajadiningrat, Ketua Yayasan RMHC.
Kebutuhan akan Rumah Singgah sendiri masih sangat besar, terutama bagi keluarga pasien dari luar daerah. Data internal RS Kemenkes Surabaya mencatat sekitar 70% pasien anak berasal dari kota-kota seperti Banyuwangi, Jember, Madiun, hingga Madura. Banyak keluarga harus menempuh perjalanan hingga 10 jam demi mendapatkan pengobatan terbaik bagi anak mereka.
Tak sedikit dari mereka yang menjalani pengobatan jangka panjang untuk penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Dalam kondisi tersebut, biaya akomodasi dan kebutuhan sehari-hari bisa mencapai Rp8,5 juta per bulan, angka yang berat bagi banyak keluarga.
Kisah ini juga pernah dirasakan Elfridus, orang tua pasien anak di Rumah Singgah Denpasar. Saat mendampingi anaknya berjuang melawan leukemia di rumah sakit yang jauh dari kampung halaman, ia harus menghadapi keterbatasan biaya sekaligus kelelahan emosional.
“Yang paling berat bukan hanya soal biaya, tetapi juga rasa lelah dan kebingungan saat harus menjalani semuanya di kota yang jauh dari rumah,” ujarnya.
Bagi banyak ibu dan keluarga pasien, keberadaan Rumah Singgah menjadi tempat untuk beristirahat dengan lebih layak sekaligus tetap dekat dengan anak selama proses pengobatan berlangsung.
Hingga kini, Yayasan RMHC telah mengoperasikan empat Rumah Singgah di Jakarta dan Denpasar, serta telah melayani lebih dari 23.000 keluarga dengan lebih dari 66.000 malam menginap.
Menurut Caroline, Rumah Singgah bukan hanya tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang menghadirkan rasa nyaman dan hangat bagi anak dan keluarga. “Kami ingin anak-anak tetap dapat bermain, belajar, dan merasakan kehadiran keluarga di sisi mereka karena hal tersebut sangat penting untuk menjaga kondisi emosional anak selama pengobatan,” tambahnya.
Semangat gotong royong dalam Padel for Hope Vol. 2 juga terasa dari dukungan berbagai komunitas, figur publik, hingga sponsor, termasuk McDonald’s Indonesia yang kembali menjadi sponsor utama tahun ini.
“Melihat antusiasme ratusan masyarakat datang bertanding, berbagi, dan membantu sesama melalui turnamen Padel for Hope Vol. 2 ini, menjadi pengingat bahwa niat baik lahir dari momen kebersamaan yang hangat dan saling menguatkan,” ujar Meta Rostiawati, Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.
Meski turnamen telah selesai, masyarakat masih dapat berkontribusi untuk membantu pembangunan Rumah Singgah di Surabaya dan Ruang Tunggu Keluarga di Lampung melalui laman donasi yang disediakan Yayasan RMHC.





