Bisnis.com, PADANG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Wilayah Sumatra Barat menyatakan telah mengambil langkah untuk memastikan pasokan listrik bisa sampai secaea normal ke pelanggan pada Sabtu (23/6/2026).
Manager Komunikasi PLN UID Sumbar Yesi Yuliani mengatakan sesuai kebijakan dari pimpinan bahwa upaya yang dilakukan saat ini yakni mengoptimalkan ketersediaan listrik di dua pembangkit PLTU yaitu di PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin.
"Pemadaman yang terjadi ini, tidak merata diseluruh wilayah Sumbar, karena sifatnya pemadaman bergilir hingga pukul 21.00 WIB," kata Yesi, Sabtu (23/5/2026).
Yesi menjelaskan adapun total kecukupan daya PLN Sumbar saat ini adalah 70% dari yang dibutuhkan. Jadi kekurangan sebesar 30% itu, sehingga MLS (pemadaman bergilir) dilakukan untuk menyeimbangkan kekurangan yg 30% ini.
"Jadi tidak padam se-Sumatra Barat," ujarnya.
Dia berharap adanya upaya ini bisa mendistribusikan listrik secara optimal ke pelanggan. Namun dalam mengsinkron hal tersebut, diakui Yesi, membutuhkan waktu.
Baca Juga
- Listrik di Sumatra Blackout, Ini yang Dilakukan PLN
- 18 Jam, Listrik di Sebagian Medan Masih Padam
- Kronologi Listrik Padam hingga Blackout di Sumatra pada Jumat (22/5)
"Jadi memang kami akan melakukan upaya singkron ini secara mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja di lapangan," tegasnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar bersabar, karena proses singkron tersebut diperkirakan akan berlangsung sesuai rencana yaknk 21.00 Wib.
Seorang warga di Kabupaten Pesisir Selatan, Epa mengatakan bahwa apabila PLN ingin melakukan pemadaman, ada baiknya diwaktu siang saja, karena matahari masih mampu menerangi.
"Kalau di malam hari ini, tidak bisa tidak ada listrik. Jadi sebagusnya malam ini harus nyala listriknya, karena butuh penerangan," jelasnya.
Dia mengaku kondisi yang terjadi ini telah menggaggu banyak aktivitas di rumah, mulai dari warung kopi, hingga ternak ayam yang membutuhkan lampu penerangan.
"Kami maklumi soal kondisi di PLN ini, tapi saya juga minta ada pengertian PLN ke pelangganya, karena pemadaman ini membuat banyak kerugian. Kami tunggu kebajikan PLN," tutupnya.





