jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menunda pembangunan kantor-kantor atau bangunan yang tidak terlalu penting.
Menurut dia, saat ini dirinya memprioritaskan mengerjakan program yang produktif dan langsung berdampak terhadap masyarakat.
BACA JUGA: Dampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budi Daya Udang Memiliki Prospek Bagus
Hal itu dia katakan saat sambutan usai panen di tambak Budi daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Desa Tegalreno, Ladang, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5).
“Maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor, kantor itu itu ya perlu, tapi jangan ada kantor, enggak ada produktivitas,” ucap Prabowo.
BACA JUGA: Panen Raya Udang di Kebumen, Prabowo: Luar Biasa, Per Ton Rp 70 Juta
Dia menilai kemegahan kantor tidak berarti apabila tidak menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Untuk itu, pemerintah ingin fokus pada program yang memberikan hasil dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
BACA JUGA: Prabowo Minta Masukan dari Tokoh Ekonomi, Bahas Inflasi Hingga Nilai Tukar yang Melonjak
“Kantor megah, produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,” kata dia.
Prabowo menekankan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah pekerjaan dan peningkatan penghasilan.
Oleh sebab itu, pemerintah mendorong berbagai program yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” tuturnya.
Dia pun mengapresiasi program yang dinilai produktif karena mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Prabowo menyebutkan ada ratusan warga setempat yang terserap bekerja di kawasan tambak modern BUBK Kebumen.
“Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh, 650 orang lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” tambah Prabowo.
BUBK Kebumen diresmikan pada 9 Maret 2023. Hingga saat ini, BUBK Kebumen telah menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi optimal. (mcr4/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




