Menbud dorong masyarakat lihat keris sebagai warisan budaya

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong masyarakat untuk melihat keris sebagai warisan budaya dan karya seni adiluhung, bukan semata-mata dikaitkan dengan hal mistis.

“Kalau bicara soal keris, pertanyaan pertama pasti adalah ‘ada isinya’. Karena itulah literasi menjadi sangat penting,” kata Fadli usai membuka Pameran Keris Nusantara di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pandangan masyarakat terhadap keris selama ini masih banyak dipengaruhi narasi mistis, padahal keris memiliki nilai sejarah, filosofi, seni, dan budaya yang sangat luas.

Baca juga: Fadli Zon ingin generasi muda makin dekat dengan budaya keris

Ia mengatakan pemahaman mengenai keris perlu dibangun melalui edukasi, literasi, hingga pendekatan digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal keris secara lebih utuh.

“Jadi kita terus kembangkan literasi dan narasi yang baik tentang keris karena keris ini adalah satu ekspresi budaya adiluhung nenek moyang kita,” ujarnya.

Fadli menilai unsur spiritual dalam keris memang tidak bisa dipisahkan sepenuhnya dari sejarah dan proses pembuatannya. Namun, menurut dia, hal tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari tradisi budaya masyarakat Nusantara.

Baca juga: Pemerintah upayakan repatriasi keris bersejarah dari luar negeri

“Kalau orang mendekatinya secara mistis, ya biasanya itu bagian dari proses,” katanya.

Ia juga menyinggung anggapan masyarakat terkait keris yang dianggap memiliki kemampuan supranatural.

“Ada yang bilang keris bisa terbang? Saya bilang bisa, kalau dibawa pakai pesawat terbang,” ujarnya disambut tawa.

Baca juga: Menbud tekankan penguatan ekosistem warisan budaya melalui keris

Menurut Fadli, keris merupakan bagian dari budaya material atau material culture yang memiliki nilai artistik tinggi dan menjadi hasil perpaduan seni tempa, ukiran, filosofi, hingga sejarah panjang Nusantara.

Ia mengatakan keris tidak hanya berkembang di Pulau Jawa, tetapi juga menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, hingga negara-negara tetangga.

Dalam pameran tersebut, pemerintah menghadirkan pendekatan digital seperti video mapping, immersive display, hingga aplikasi interaktif untuk memperkenalkan keris kepada masyarakat.

Baca juga: Menbud serukan peningkatan kapasitas pelaku keris lewat sertifikasi

Fadli berharap pendekatan tersebut dapat membantu mengubah cara pandang publik terhadap keris dari sekadar benda mistis menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia.

“Keris sudah menjadi warisan budaya tak benda dunia UNESCO. Jadi kita ingin masyarakat semakin memahami nilai budayanya,” katanya.

Peringatan Hari Keris Nasional diperingati setiap 19 April setelah ditetapkan pemerintah pada 2025 bertepatan dengan momentum berdirinya Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).

Baca juga: Kemenbud: Edukasi dan riset penting jaga nilai budaya keris


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kata-kata Bojan Hodak Setelah Persis Bikin Sejarah Hattrick Juara
• 2 jam lalubola.com
thumb
Marselino Ferdinan Mendadak Bertemu Shin Tae-yong Jelang TC Timnas Indonesia, Caption Pelatih Asal Korea Selatan Ini Bikin Fans Garuda Baper
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Dukung Perekonomian Nasional, BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
BMKG Waspadai Karhutla di 6 Provinsi Saat El Nino dan Kemarau 2026
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Gerakan Rakyat Sulsel Bela Anies Baswedan, Sebut Menyuarakan Keluhan Rakyat Bukan Tindakan Pesimistis!
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.