Anggota Timwas Haji DPR Rieke Diah Usul Satu Data Haji Nasional

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendorong percepatan integrasi data haji nasional setelah mempelajari sistem digital penyelenggaraan haji di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Rieke usai melakukan pemantauan langsung ke dua syarikah pengelola data jemaah Indonesia tahun 2026, yakni Raqeen Mashariq dan Al Bait Guests, di Makkah, Jumat (22/5).

Dalam kunjungan tersebut, Rieke didampingi tim dari Kementerian Haji, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta KJRI Jeddah. Turut hadir Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Ahmad Fanani.

Soroti Integrasi Sistem Data

Rieke mengatakan pihaknya melihat langsung bagaimana sistem digital Saudi masih harus menyesuaikan dengan sistem konvensional Indonesia, termasuk dalam pengelolaan dokumen jemaah.

"Di Raqeen kami melihat fakta sistem digital Saudi harus "berjibaku" dengan sistem konvensional Indonesia. Syarikah menyimpan fisik paspor di loker-loker yang harus dijaga bergantian. Dengan sistem pengarsipan yang tertata," kata Rieke di Makkah, Sabtu (23/5).

Sementara di Al Bait Guests, rombongan mempelajari tata kelola haji berbasis digital yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.

"Di Al Baits Guest kami belajar tentang bagaimana Saudi mengintegrasikan tata kelola haji digital. Dr. Omer Ayoeb menjelaskan prinsip Satu Data Saudi dengan Sistem Pemerintahan Digital "Dashboard Nasional". Sistem yang wajib dipatuhi juga oleh pihak swasta, termasuk yang bergerak dalam bisnis haji. Perusahaan wajib bersertifikat memenuhi kriteria keamanan siber," ujar dia.

Integrasi SISKOHAT dan Nusuk

Rieke menilai, integrasi SISKOHAT dengan platform Nusuk menjadi kemajuan penting dalam pelayanan haji Indonesia.

"Kami menyaksikan kemajuan luar biasa: integrasi SISKOHAT dengan Platform Nusuk telah berhasil mewujudkan proses pemvisaan otomatis dan real-time, serta mencatatkan rekor nol SPLP sepanjang sejarah haji Indonesia," kata Rieke.

Menurut dia, Saudi telah membangun ekosistem digital nasional yang menghubungkan ratusan lembaga pemerintah dan swasta dalam satu sistem data terpadu.

"Saudi telah membangun ekosistem digital nasional yang matang melalui SDAIA dan aplikasi Tawakkalna. Lebih dari 350 entitas pemerintah dan swasta (hotel, rumah sakit, transportasi, syarikah) terhubung dalam satu data terpadu dengan prinsip Once Only : cukup sekali memberikan data, manfaatnya dirasakan berulang," ucapnya.

Dorong Haji Paperless 2030

Rieke menilai keberhasilan integrasi SISKOHAT dan Nusuk menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat tata kelola data haji nasional.

"Keberhasilan integrasi SISKOHAT-Nusuk adalah pintu emas. Kini saatnya kita tidak hanya menjadi pengguna infrastruktur Saudi, tetapi mitra sejajar dengan sistem data sendiri," kata dia.

Ia mendorong kolaborasi antara Kementerian Haji, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat integrasi data haji nasional.

Selain itu, Rieke mengusulkan penerapan prinsip Once Only dalam seluruh siklus layanan haji hingga target Haji Paperless 2030.

"Targetkan Haji Paperless 2030, paspor fisik tidak lagi disimpan syarikah karena semua identitas sudah digital dan terverifikasi. Kerja sama dengan syarikah lebih pada pengamanan dan penggunaan data digital dari mulai persiapan prmberangkatan hingga pemulangan jemaah," tutur Rieke.

Kedaulatan Data Haji

Rieke menegaskan Indonesia perlu mempercepat implementasi Satu Data Indonesia dan Sistem Pemerintahan Digital melalui satu dashboard nasional.

"Kita telah memulai langkah besar. Sekarang waktunya melompat. Dengan Satu Data Indonesia dan Satu Dashboard Nasional, kita mampu memberikan pelayanan haji yang lebih bermartabat, aman, dan berkelas dunia bagi seluruh jemaah," kata dia.

"Indonesia berdaulat atas data hajinya sendiri, untuk jemaah yang lebih berkah," sambung Rieke.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Bantah soal Jalur Berbayar untuk Pengajuan Titik Dapur MBG
• 21 menit lalubisnis.com
thumb
Dorong Semangat Kebangsaan, MPR Gelar Lomba Baris-Berbaris Tingkat Kaltara di Tarakan
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
TNI AL klaim bisa panen dua sampai empat ton kedelai di setiap wilayah
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Apakah Kurban Wajib? Simak Hukum dan Dalilnya Menurut Ulama
• 16 jam laludetik.com
thumb
Dikaitkan dengan Privilege Jokowi, Franka Buka Suara soal Nadiem Makarim | ROSI
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.