Bareskrim Polri Turun Tangan Selidiki Penyebab Blackout di Wilayah Sumatera

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah menurunkan tim khusus untuk menyelidiki penyebab pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera yang terjadi pada Jumat malam (22/5/2026).

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamdi, mengatakan tim investigasi diterjunkan ke lokasi putusnya Sambungan Tegangan Tinggi (Sutet) 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

"Tim polisi menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera,” kata Irhamdi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/5/2026).

Irhamdi menjelaskan, tim Dittipidter Bareskrim Polri melakukan pengecekan lapangan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan PT PLN (Persero). Bukti berupa konduktor yang putus telah diambil dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

"Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor tersebut,” tegasnya.

Menurut PLN, pemadaman listrik massal yang bermula pukul 18.44 WIB pada Jumat lalu dipicu oleh cuaca buruk yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi 275 kV antara Muaro Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan ini kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera secara keseluruhan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah meminta PLN untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit dan transmisi baru serta penguatan sub-sistem di setiap provinsi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan seluruh personel PLN bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan.

Hingga Sabtu (23/5) pukul 19.00 WIB, dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak, lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali mendapatkan aliran listrik. Beban sistem yang berhasil dipulihkan mencapai 3.431 MW dari total 5.334 MW yang sempat terganggu, serta 176 gardu induk telah beroperasi kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menguatnya Dukungan Internasional untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital
• 48 menit lalurctiplus.com
thumb
Satpol PP Kota Madiun Soroti Parkir PT JPC di Jalan dr Soetomo Kota Madiun, Jika Tak Lengkapi Persyaratan Akan Ditutup
• 58 menit lalurealita.co
thumb
Polda Riau Tuntaskan Renovasi Jembatan Ikon Pacu Jalur, Begini Penampakannya
• 1 jam laludetik.com
thumb
Polres Jaktim minta korban penipuan WO di Bekasi ajukan laporan
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Mendag Klaim Harga Minyakita hingga Cabai Stabil Jelang Iduladha 2026
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.