Spotify Perluas Bisnis Tiket Konser, Bidik Pendapatan USD 100 Miliar pada 2030

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Spotify Technology SA, membidik pendapatan hingga USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.717 triliun (kurs Rp 17.717 per dolar AS) pada 2030. Perusahaan asal Swedia tersebut melakukan langkah agresif dengan memperluas bisnis di luar layanan streaming musik, termasuk masuk lebih jauh ke bisnis tiket konser, podcast video, buku audio, hingga fitur musik berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dilansir Bloomberg, Minggu (24/5), dalam paparan kinerja kepada investor, Spotify menyampaikan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan akan difokuskan pada peningkatan personalisasi pengalaman pengguna agar pelanggan semakin lama menghabiskan waktu di dalam ekosistem Spotify. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 12 persen, dengan margin kotor mencapai 35 persen hingga 40 persen, dan margin operasi di atas 20 persen.

Salah satu langkah baru yang disiapkan perusahaan yakni ekspansi bisnis tiket konser dan pengalaman musik langsung bagi pengguna. Spotify juga memperkenalkan sejumlah fitur tambahan berbayar untuk pelanggan premium, tujuan untuk membuka sumber pendapatan baru di luar langganan musik konvensional.

Di sisi lain, Spotify turut memperluas pemanfaatan teknologi AI generatif melalui kerja sama lisensi baru dengan Universal Music Group. Lewat kerja sama tersebut, pengguna nantinya dapat membuat remix maupun cover lagu dari artis dan penulis lagu yang berpartisipasi secara resmi di platform Spotify.

Fitur berbasis AI itu akan tersedia sebagai layanan tambahan berbayar untuk pelanggan premium. Spotify menyebut, skema tersebut tetap mengedepankan perlindungan hak cipta sekaligus membuka potensi pendapatan tambahan bagi musisi dan penulis lagu.

“Kami membangun sistem yang legal, tepercaya, dan selaras sehingga nilai ekonominya tetap kembali kepada para kreator,” kata Kepala Musik Spotify, Charlie Hellman.

Ekspansi bisnis Spotify juga ditopang pertumbuhan konsumsi podcast video dan buku audio. Perusahaan menyebut lebih dari 500 juta pengguna telah menonton podcast video di Spotify, naik hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Spotify mengeklaim telah menguasai sekitar 20 persen pasar buku audio di Amerika Serikat hanya dalam beberapa tahun terakhir. Menurut keterangan perusahaan, pengguna yang mengakses musik, podcast, dan buku audio secara bersamaan cenderung menggunakan Spotify hampir setiap hari sepanjang bulan.

Strategi memperluas berbagai lini bisnis itu mendapat respons positif dari investor. Saham Spotify sempat melonjak hingga 18 persen selama presentasi investor berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‎Lepas Status Duda, Anji Resmi Menikah Lagi, Ini Dia Maharnya
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Demi Kekhusyukan Puncak Ibadah Haji, Timwas DPR Ingatkan Negara Tak Boleh Lalai Layani Jemaah
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Lowongan Kerja Grup Usaha BNI di PT PPU Juni 2026: untuk SMA hingga D3, Simak Posisi dan Syaratnya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang 
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.