REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perang Amerika Serikat (AS) menyampaikan keinginannya kepada Menteri Pertahanan (Menhan) RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan (MRO) pesawat Hercules di Asia. Pemerintah RI memutuskan pusat MRO pesawat Hercules AS ditempatkan di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Syadzily menyatakan, keputusan itu bisa ditinjau dari segi ekonomi. Menurut dia, selama ini, keberadaan Bandara Kertajati memang tidak maksimal untuk melayani penerbangan sipil. Ketika nanti difungsikan sebagai lokasi MRO Hercules maka sudah sangat tepat.
Baca Juga
Pete Hegseth Tawarkan MRO C-130 Hercules USAF Asia Dipusatkan di Indonesia
Menhub Pastikan Lahan Kertajati Cukup untuk Pusat MRO Hercules
"Prinsipnya begini. Bagi kita, jika memang itu bagian dari investasi, tentu kita harus berikan kepada siapa pun. Nah, ketika Bandara Kertajati yang memang selama ini tidak berfungsi sebagai bandara komersial, dan sekarang mau dijadikan sebagai manufaktur atau servis dari Hercules, saya kira harus dilihat juga sebagai bagian dari investasi yang dipercayakan kepada Indonesia," kata Ace di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Ahad (24/5/2026).
Dia pun mengajak, keputusan itu ditinjau dari segi positif karena membawa manfaat bagi Indonesia. "Sehingga kita harapkan ini juga bisa menjadi bagian dari memperkuat pertahanan kita melalui alutsista, salah satunya melalui pesawat angkut seperti Hercules. Sehingga mungkin juga dampaknya bisa dirasakan untuk ekonomi kita," ujar Ace.