Analis Masih Pesimistis, Harga Emas Diproyeksi Lanjut Tertekan Pekan Ini

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pekan lalu dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Analis Masih Pesimistis, Harga Emas Diproyeksi Lanjut Tertekan Pekan Ini. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pekan lalu dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi serta memperbesar spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot turun 0,74 persen menjadi USD4.509,69 per troy ons, setelah sempat melemah hingga 1 persen di awal sesi. Secara mingguan, emas terkoreksi sekitar 0,68 persen.

Baca Juga:
Sektor Sawit Dibayangi Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Dua Saham Ini Dinilai Masih Menarik

Analis StoneX Rhona O'Connell mengatakan, dikutip Reuters, pelaku pasar saat ini masih fokus pada risiko gangguan rantai pasok global akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia.

Proyeksi Sepekan

Baca Juga:
Pekan Pendek Perdagangan Minggu Ini Dibayangi Beragam Sentimen, Apa Saja?

Prospek harga emas untuk sepekan ke depan masih dibayangi sentimen negatif dari kalangan analis Wall Street, meski investor ritel tetap mempertahankan pandangan bullish di tengah pelemahan logam mulia dalam dua pekan terakhir.

Survei mingguan Kitco News menunjukkan mayoritas analis pasar masih memperkirakan harga emas akan melemah.

Baca Juga:
Pejabat The Fed Christopher Waller Serukan Sikap Hawkish, Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat

Dari 13 analis yang berpartisipasi, sebanyak delapan analis atau 62 persen memprediksi harga emas turun pekan ini. Hanya dua analis atau 15 persen yang memperkirakan kenaikan, sementara tiga analis lainnya memperkirakan pergerakan konsolidatif.

Managing Director Bannockburn Global Forex Marc Chandler mengatakan emas memang sempat menembus level support USD4.500 per troy ons, namun sejauh ini masih bergerak konsolidatif di atas area tersebut.

“Emas sempat merusak support di USD4.500, tetapi sebagian besar pekan ini masih berkonsolidasi di atas level itu,” ujar Chandler.

Di sisi lain, Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day justru melihat peluang penguatan masih terbuka.

“Kami kemungkinan masih akan melihat pergerakan naik-turun seperti belakangan ini, tetapi dengan bias menguat untuk pekan depan,” kata Day.

Sementara itu, investor ritel masih cenderung optimistis terhadap prospek emas. Dalam jajak pendapat online Kitco, sebanyak 18 dari 32 responden atau 56 persen memperkirakan harga emas naik pekan ini.

Sebanyak tujuh responden atau 22 persen memprediksi penurunan, sedangkan sisanya memperkirakan harga bergerak mendatar.

Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada sejumlah data ekonomi AS, terutama data kepercayaan konsumen, produk domestik bruto (PDB) kuartal I, inflasi PCE, klaim pengangguran mingguan, hingga data pesanan barang tahan lama dan penjualan rumah baru.

Data-data tersebut akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penggerak harga emas global. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dorong RUU Satu Data, Baleg DPR Sorot Sistem Data Nasional yang Masih Amburadul: Banyak Bansos Tidak Tepat Sasaran
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Siloam Dhirga Surya Medan Jadi Pionir RS Swasta Pemilik Sertifikasi Strok Internasional
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Guru Kini Bisa Menilai Kualitas Makanan
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
ASDP dan Pemprov Aceh Perkuat Jalur Logistik Lewat Lintasan Jakarta–Malahayati
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Begini Detik-detik Pemain Timnas Kehilangan Ponsel Saat Konvoi Juara Persib Bandung, Bobotoh Langsung Lakukan Ini
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.