Moskow (ANTARA) - Pemerintah Inggris dan Prancis menolak usulan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte untuk mengalokasikan 0,25 persen dari PDB seluruh negara anggota aliansi tersebut untuk membantu Ukraina, menurut The Telegraph pada Minggu (24/5).
Menurut The Telegraph, mengutip sumber yang memahami hal tersebut, Rutte sebelumnya telah mengusulkan agar semua negara anggota NATO menambahkan 0,25 persen dari PDB mereka untuk anggaran pertahanan dengan tujuan khusus mempersenjatai Ukraina.
Rutte mempromosikan inisiatif ini sebagai cara untuk menjamin bantuan militer yang tidak terputus kepada Kiev.
Usulan tersebut kemudian ditolak Prancis dan Inggris, serta Spanyol, Italia, dan Kanada, sementara tujuh negara anggota lainnya menerimanya, kata laporan itu.
Surat kabar tersebut tidak menyebutkan negara mana yang mendukung inisiatif Rutte, tetapi menambahkan bahwa mereka sudah menghabiskan lebih dari itu untuk mempersenjatai Kiev.
Menurut sebuah studi oleh Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia, negara-negara tersebut bisa jadi Belanda dan Polandia, serta beberapa negara Nordik dan negara-negara di kawasan Baltik.
Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat penyelesaian konflik militer dan menjadikan negara-negara NATO sebagai pihak dalam krisis tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga telah memperingatkan bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi sasaran yang sah bagi militer Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rusia: Kongres tidak akan izinkan AS keluar dari NATO
Baca juga: JD Vance masih yakin AS seharusnya berhenti danai konflik di Ukraina
Menurut The Telegraph, mengutip sumber yang memahami hal tersebut, Rutte sebelumnya telah mengusulkan agar semua negara anggota NATO menambahkan 0,25 persen dari PDB mereka untuk anggaran pertahanan dengan tujuan khusus mempersenjatai Ukraina.
Rutte mempromosikan inisiatif ini sebagai cara untuk menjamin bantuan militer yang tidak terputus kepada Kiev.
Usulan tersebut kemudian ditolak Prancis dan Inggris, serta Spanyol, Italia, dan Kanada, sementara tujuh negara anggota lainnya menerimanya, kata laporan itu.
Surat kabar tersebut tidak menyebutkan negara mana yang mendukung inisiatif Rutte, tetapi menambahkan bahwa mereka sudah menghabiskan lebih dari itu untuk mempersenjatai Kiev.
Menurut sebuah studi oleh Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia, negara-negara tersebut bisa jadi Belanda dan Polandia, serta beberapa negara Nordik dan negara-negara di kawasan Baltik.
Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat penyelesaian konflik militer dan menjadikan negara-negara NATO sebagai pihak dalam krisis tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga telah memperingatkan bahwa setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi sasaran yang sah bagi militer Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rusia: Kongres tidak akan izinkan AS keluar dari NATO
Baca juga: JD Vance masih yakin AS seharusnya berhenti danai konflik di Ukraina





