Harga Minyak Dunia Masih Rawan Tekanan Pekan Ini

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak ditutup menguat pada Jumat (22/5/2026) pekan lalu, di tengah kekhawatiran pasar AS dan Iran belum mampu mencapai kesepakatan damai.

Harga Minyak Dunia Masih Rawan Tekanan Pekan Ini. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pekan lalu, di tengah kekhawatiran pasar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran belum mampu mencapai kesepakatan damai yang dapat menormalkan kembali lalu lintas pengiriman minyak di Selat Hormuz.

Minyak Brent ditutup naik 0,94 persen menjadi USD103,54 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,26 persen ke level USD96,60 per barel. Kedua kontrak sempat melonjak lebih dari 3 persen pada awal perdagangan.

Baca Juga:
Sektor Sawit Dibayangi Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Dua Saham Ini Dinilai Masih Menarik

Meski menguat harian, harga minyak masih mencatat pelemahan mingguan cukup tajam akibat volatilitas pasar yang dipicu perubahan ekspektasi terkait peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

Secara mingguan, harga Brent turun sekitar 5,48 persen, sedangkan WTI terkoreksi lebih dalam sebesar 8,37 persen.

Baca Juga:
Pekan Pendek Perdagangan Minggu Ini Dibayangi Beragam Sentimen, Apa Saja?

Pasar masih mencermati perkembangan negosiasi geopolitik yang dinilai akan sangat menentukan prospek pasokan minyak global dalam jangka pendek.

Menurut analis FXEmpire Vladimir Zernov, secara teknikal harga minyak WTI masih berupaya bergerak di bawah area support USD97,00-USD97,50 per barel.

Baca Juga:
Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026

Jika mampu bertahan di bawah level USD97,00, maka WTI berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di kisaran USD91,00-USD91,50 per barel.

Sementara itu, minyak Brent diperkirakan dapat bergerak menuju area support USD96,00-USD96,50 per barel apabila berhasil menembus level support USD103,00-USD103,50 per barel.

Zernov menambahkan, indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini masih berada di area moderat, sehingga ruang pergerakan harga masih cukup terbuka apabila muncul katalis baru di pasar. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan di Tol Paspro, Anggota DPR PKB Gus Hilman Lewati Masa Kritis
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Golkar Sulsel Dinilai Solid Jelang Musda, 21 DPD II Telah Kompak Beri Dukungan
• 19 jam laluharianfajar
thumb
BGN Segera Susun Bank Menu
• 18 jam laludisway.id
thumb
Menlu Kembali Kecam Penahanan 9 WNI oleh Israel, Sebut Langgar Hukum Internasional
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Netanyahu Mengaku Kehilangan Ruang Manuver untuk Pengaruhi Trump soal Iran
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.