Pati: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tanggul Sungai Godo jebol akibat tidak mampu menahan peningkatan debit air setelah hujan lebat. Kondisi tersebut memperparah banjir yang merendam permukiman warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut melanda wilayah Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Pati sejak Sabtu dini hari, 23 Mei 2026.
"Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Akibatnya, aliran Sungai Godo meluap dan menyebabkan tanggul jebol hingga air merendam wilayah permukiman penduduk," kata Abdul, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Baca Juga :
Banjir Rob Terjang Pantura Semarang-Demak, Kendaraan Mengular 2 KilometerAbdul menjelaskan dampak luapan banjir tersebut dirasakan langsung oleh sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) serta menggenangi 50 unit rumah tinggal warga setempat. Kondisi ini sempat melumpuhkan dan mengganggu aktivitas serta mobilitas harian masyarakat di desa itu.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB memastikan tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati bersama tim gabungan sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pemantauan debit air sungai secara berkala, serta berkoordinasi intensif dengan aparat desa setempat.
Banjir di wilayah permukiman Desa Ketintang Wetan Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Kondisi genangan banjir di wilayah Desa Tanjunganom dilaporkan sudah berangsur surut. Hal ini berdasarkan pembaruan data visual yang dihimpun oleh Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB.
Meski demikian, warga di sekitar aliran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Pasalnya, hal tersebut dapat memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba.




