Pantas Warga RI Senang Berobat ke Malaysia-SG, Bukan Cuma Murah

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Rumah Sakit. (Dok, Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap tahun ada sekitar 2 juta warga Indonesia yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis. Pemerintah mencatat, karena banyaknya warga yang berobat di luar negeri, Indonesia kehilangan Rp150 triliun per tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin blak-blakan soal penyebab banyaknya warga Indonesia lebih memilih berobat di Malaysia dan Singapura di dalam negeri. Menurut menteri yang akrab disapa BGS tersebut, alasan utamanya bukan hanya soal harga yang murah, tetapi juga kualitas layanan kesehatan.

Baca: 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan Mei 2026, Catat!



Dia mencontohkan, Malaysia mampu memberikan kualitas diagnostik, administrasi, hingga hospitality yang jauh lebih baik dari Indonesia. Hal inilah yang belum bisa didapatkan di rumah sakit milik pemerintah.

"Di Malaysia masuk rumah sakit langsung ketemu dokter, di kita mungkin bisa 3-5 jam," kata Menteri Kesehatan, saat berbicara di Health Summit 2025 tahun lalu.

"Kualitas diskusi dengan dokter juga sangat jauh. Di Malaysia mereka bisa dapat 15-30 menit, di rumah sakit Kemenkes mungkin cuma 3 menit."

Menurut BGS, pihaknya berambisi untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan membenahi kualitas layanan di seluruh rumah sakit di bawah Kemenkes. Dalam 10-15 tahun mendatang, kata dia, bukan tak mungkin dokter-dokter Indonesia justru yang akan dicari oleh warga dunia.

Pemerintah sendiri pada 2025 lalu meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, sebuah kompleks pariwisata medis terintegrasi pertama di Indonesia, mencakup rumah sakit, klinik spesialis, pusat riset medis, hotel, serta pusat konvensi. Keberadaan KEK Sanur ditargetkan dapat mengurangi jumlah warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan medis mancanegara.

"Dalam 10-15 tahun akan terjadi kebalikan, orang Singapura dan Malaysia bisa ke sini karena hospitality kita bagus."



(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Candi Hindu di Tengah Universitas Islam, Simbol Toleransi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat di sejumlah wilayah Kaltim
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Hari Ini
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dilan Janiyar Ungkap Pernah jadi Korban Guna-guna Asistennya
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Tawuran Pecah di Klender, Dua Kelompok Saling Serang Pakai Sajam dan Petasan
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Beri Taklimat ke 1.000 Siswa TNI hingga Polri di Seskoad Bandung
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.