Pesan Rahasia Rasulullah ke Ali Bin Abi Thalib Soal Sifat Wara

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam ajaran Islam, sifat wara menjadi salah satu akhlak penting yang harus dimiliki setiap Muslim. Wara berarti sikap berhati-hati dan menahan diri dari segala sesuatu yang berpotensi membawa kepada keburukan maupun kemaksiatan. Dengan sifat ini, seseorang akan lebih mampu memilih jalan yang baik, halal, dan membawa maslahat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wara atau warak diartikan sebagai sikap patuh dan taat kepada Allah SWT. Para ulama juga menjelaskan bahwa wara bukan hanya meninggalkan yang haram, tetapi juga menjauhi perkara syubhat atau hal-hal yang belum jelas status hukumnya agar tidak terjerumus dalam dosa.

Baca Juga
  • Bank Jakarta Perkuat Transformasi Digital
  • Pertemuan Haru Orang Tua di Indonesia dengan Anak Asuh Gaza dalam Dekap Yatim Palestina
  • BP BUMN Minta PTPN Hentikan Proses Hukum terhadap Kakek Mujiran

Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits menjelaskan pentingnya sifat wara dalam kehidupan seorang Muslim.

Iman Tidak Sempurna tanpa Wara

Dalam kitab Wasiyatul Musthafa karya Imam Asy-Sya’rani, Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya wara dalam kehidupan beragama.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

يَا عَلِيُّ، لَا دِيْنَ لِمَنْ لَا خَشْيَةَ لَهُ وَلَا عَقْلَ لِمَنْ لَا عِصْمَةَ لَهُ وَلَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَا وَرَعَ لَهُ وَلَا عِبَادَةَ لِمَنْ لَا عِلْمَ لَهُ وَلَا مُرُوْءَةَ لِمَنْ لَا صَدَقَةَ لَهُ وَلَا أَمَانَ لِمَنْ لَا سِرَّ لَهُ وَلَا تَوْبَةَ لِمَنْ لَا تَوْفِيْقَ لَهُ وَلَا سَخَاءَ لِمَنْ لَا حَيَاءَ لَهُ

Yā ‘Aliyyu, lā dīna liman lā khasyyata lah, wa lā ‘aqla liman lā ‘iṣmata lah, wa lā īmāna liman lā wara‘a lah, wa lā ‘ibādata liman lā ‘ilma lah, wa lā murū’ata liman lā ṣadaqata lah, wa lā amāna liman lā sirra lah, wa lā taubata liman lā taufīqa lah, wa lā sakhā’a liman lā ḥayā’a lah.

“Wahai Ali, tidak ada agama bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Tidak ada akal bagi orang yang tidak mampu menjaga dirinya. Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat wara. Tidak ada ibadah bagi orang yang tidak memiliki ilmu. Tidak ada kehormatan bagi orang yang tidak bersedekah. Tidak ada amanah bagi orang yang tidak dapat menjaga rahasia. Tidak ada taubat bagi orang yang tidak mendapat taufik. Dan tidak ada kedermawanan bagi orang yang tidak memiliki rasa malu.”

Hadits tersebut menunjukkan bahwa wara merupakan bagian penting dari kesempurnaan iman. Seseorang yang tidak memiliki kehati-hatian terhadap dosa dan maksiat dikhawatirkan mudah terjerumus dalam perbuatan yang merusak agamanya sendiri.

Orang yang Tidak Wara Disebut Tidak Memiliki Iman

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa orang yang tidak memiliki sifat wara terhadap kemaksiatan berarti tidak memiliki iman yang kuat dalam hatinya.

يَا عَلِيُّ، مَنْ لَمْ يَكُنْ وَرَعًا عَنِ الْمَعَاصِيْ فَبَطْنُ الْأَرْضِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ظَهْرِهَا لِأَنَّهُ لَا إِيْمَانَ فِيْ قَلْبِهِ

Yā ‘Aliyyu, man lam yakun wara‘an ‘anil-ma‘āṣī fa baṭnul-arḍi khairun lahū min ẓahrihā li annahū lā īmāna fī qalbih.

“Wahai Ali, siapa yang tidak memiliki sifat wara terhadap kemaksiatan, maka perut bumi lebih baik baginya daripada permukaan bumi, karena sesungguhnya tidak ada iman di dalam hatinya.”

Para ulama menjelaskan maksud hadits ini bukan mendoakan keburukan, melainkan peringatan keras agar seorang Muslim tidak terus-menerus hidup dalam kemaksiatan tanpa rasa takut kepada Allah SWT.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Rencana Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Berkaitan dengan Dinamika Politik 2029
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Todong Pistol dan Golok, Perampok Minimarket di Jaktim Teriak “Ayo ke Brankas!”
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Kaka Amrullah, Potensi Baru Lini Tengah PSM
• 1 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Temuan Narkoba di Lapas Kelas IIA Kerobokan Bali, Kalapas Dinonaktifkan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Dalami Temuan Entitas Jasa Penyelesaian Utang Pinjol yang Catut Nama OJK
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.