BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.

Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, kesiapsiagaan di tingkat daerah menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi basah yang dipicu cuaca ekstrem.

“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/5/2026) malam.

BNPB mencontohkan, dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hujan deras dengan durasi panjang dilaporkan menyebabkan banjir yang merendam puluhan rumah warga dan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Peristiwa banjir terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu pada Jumat (22/5/2026) malam. Sedikitnya 35 rumah warga terdampak genangan air, termasuk dua sekolah yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu.

Dilansir dari Antara, meski kondisi banjir dilaporkan mulai surut setelah dilakukan asesmen oleh BPBD setempat pada Sabtu (23/5/2026), BNPB menilai kondisi atmosfer saat ini masih sangat dinamis dan berpotensi memicu bencana di berbagai wilayah.

Menurut Abdul Muhari, sebagian daerah di Indonesia bahkan mulai memasuki musim kemarau sehingga ancaman bencana tidak hanya berkaitan dengan banjir dan longsor, tetapi juga potensi kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

“Kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, tetapi juga potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan,” katanya.

BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini yang dirilis secara resmi oleh pemerintah daerah, BPBD, BMKG, maupun PVMBG. (ant/mar/saf/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Demon Hunter Arena Sudah Dibuka, Hadiah Duit dan Tiket ke Korea Selatan
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Kriminolog Sebut Pelaku Begal Hanya Boleh Ditembak jika Ancam Nyawa
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Belanja Lebih Hemat Lewat Kallafriends, Promo Merchant Makin Beragam
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Klasemen akhir Liga Inggris: Arsenal juara, West Ham degradasi
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Pola Pikir Orang yang Tanpa Sadar Menjadikan Kekayaan sebagai Ukuran Harga Diri
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.