FAJAR, MAKASSAR –Rumor kepindahan kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, mulai menghangat di tengah aktivitas bursa transfer jelang musim baru. Bek asal Tanjung Verde itu disebut tidak lagi memperpanjang kontraknya bersama Pasukan Ramang dan berpeluang menyusul pelatih Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya.
Spekulasi tersebut mencuat setelah Persebaya resmi ditinggal salah satu bek asingnya, Gustavo Fernandes. Kepergian Gustavo membuat posisi bek tengah Green Force kembali menjadi sorotan. Apalagi, Yuran selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu palang pintu terbaik di kompetisi domestik dan memiliki hubungan dekat dengan Bernardo Tavares.
Situasi itu membuat rumor transfer berkembang liar di kalangan suporter maupun pengamat sepak bola nasional.
Kabar mengenai kemungkinan hengkangnya Yuran Fernandes dari PSM Makassar tidak datang tanpa alasan. Sang kapten disebut mulai merasa dinamika internal klub membuatnya ingin mencari tantangan baru. Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen PSM maupun dari pihak Yuran sendiri, isu tersebut terus berkembang seiring belum adanya kepastian kontrak baru.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya justru tengah memasuki fase evaluasi besar setelah berakhirnya Super League 2025/2026. Green Force menutup musim dengan kemenangan meyakinkan 5-0 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo. Malam itu sejatinya menjadi penutup indah bagi Bonek yang memadati stadion.
Namun di balik pesta kemenangan tersebut, suasana berubah emosional ketika satu per satu pemain mulai menyampaikan salam perpisahan.
Setelah Bruno Paraiba lebih dahulu mengucapkan perpisahan, Gustavo Fernandes menjadi nama berikutnya yang dipastikan hengkang dari Persebaya Surabaya. Bek asal Brasil itu mengumumkan perpisahannya melalui akun Instagram pribadinya.
Karier Gustavo bersama Green Force memang berlangsung singkat. Ia baru bergabung pada putaran kedua kompetisi atau sekitar Januari 2026. Meski hanya enam bulan, kehadirannya cukup memberi warna di lini belakang Persebaya.
Dalam pesan perpisahannya, Gustavo tidak menjelaskan secara detail alasan meninggalkan klub. Namun ia mengaku membawa banyak kenangan selama berada di Surabaya.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua staf, pelatih, dan para pemain atas 6 bulan yang telah kita lalui bersama. Baik di saat senang maupun sulit, saya akan selalu membawa masa ini dalam hidup saya selamanya,” tulis Gustavo Fernandes.
Ucapan itu langsung dibanjiri komentar para suporter Persebaya. Banyak Bonek yang mengapresiasi dedikasinya selama setengah musim terakhir.
Gustavo juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung Green Force yang menurutnya memberikan dukungan luar biasa sejak hari pertama ia datang ke Surabaya.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh fans Persebaya atas dukungan dan kasih sayang selama 6 bulan ini. Kalian luar biasa dan pantas mendapatkan yang terbaik. Terima kasih untuk semuanya!! WANIII,” lanjutnya.
Selama membela Persebaya Surabaya, Gustavo Fernandes tampil dalam 11 pertandingan dengan total 833 menit bermain. Ia mencetak satu gol yang sekaligus menjadi gol debut dan gol terakhirnya bersama Green Force. Gol itu tercipta pada laga pamungkas melawan Persik Kediri.
Kepergian Gustavo otomatis membuka ruang kosong di sektor pertahanan Persebaya. Dari situlah nama Yuran Fernandes mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti paling ideal.
Jurnalis yang mengikuti perkembangan transfer Persebaya, Oscar Baadilla, bahkan ikut memantik spekulasi tersebut melalui media sosial X.
“Apakah Yuran Fernandes sebagai pengganti Gustavo?” tulisnya.
Pertanyaan singkat itu langsung memancing respons besar dari suporter. Banyak yang menilai Yuran merupakan sosok tepat untuk memperkuat lini belakang Green Force musim depan.
Pengalaman, karakter kepemimpinan, serta kedekatannya dengan Bernardo Tavares dianggap menjadi faktor yang bisa mempermudah transfer itu terjadi.
Yuran memang bukan nama asing bagi Bernardo. Di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal tersebut, Yuran berkembang menjadi sosok sentral di lini belakang PSM Makassar. Ia tidak hanya tampil solid sebagai bek tengah, tetapi juga menjadi pemimpin di ruang ganti.
Karakter keras dan emosionalnya di atas lapangan membuat Yuran cepat dicintai suporter PSM. Dalam beberapa musim terakhir, ia menjadi simbol perjuangan Pasukan Ramang.
Karena itu, rumor hengkangnya sang kapten tentu memunculkan kegelisahan tersendiri di kalangan pendukung PSM Makassar.
Meski demikian, peluang transfer ini masih menyisakan tanda tanya besar. Sebab di tengah rumor kepindahan tersebut, sempat muncul kabar bahwa Yuran Fernandes sebenarnya telah memperpanjang kontrak bersama PSM.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.
Jika benar kontraknya belum diperpanjang, maka Persebaya memiliki peluang besar untuk memboyongnya ke Surabaya. Terlebih Green Force memang sedang membutuhkan bek tengah berpengalaman untuk menghadapi musim 2026/2027.
Persebaya dipastikan tidak ingin sekadar menjadi pelengkap kompetisi musim depan. Evaluasi besar terhadap komposisi skuad sudah mulai terlihat dari hengkangnya beberapa pemain asing.
Manajemen dan tim pelatih diyakini tengah menyusun kerangka baru agar Green Force kembali mampu bersaing di papan atas.
Di tengah proses pembangunan ulang itulah, nama Yuran Fernandes menjadi semakin relevan.
Bagi Bonek, sosok bek tangguh dengan mental petarung seperti Yuran dianggap cocok dengan karakter Persebaya Surabaya. Sementara bagi Yuran sendiri, jika rumor itu benar, Surabaya bisa menjadi tempat baru untuk memulai tantangan berbeda setelah perjalanan panjang bersama PSM Makassar.
Namun sampai saat ini, semua masih sebatas spekulasi.
Yang pasti, kepergian Gustavo Fernandes telah membuka ruang besar di lini belakang Green Force. Dan di tengah kekosongan itu, nama Yuran Fernandes kini berdiri sebagai rumor paling panas dalam bursa transfer Persebaya Surabaya musim ini.





