Iran Hukum Gantung Warganya Setelah Jadi Agen Spionase AS dan Israel

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Otoritas Iran menggantung seorang warganya bernama Mojtaba Kian pada Ahad (24/5/2026). Hukuman itu dijatuhkan pada Kian karena dia dinyatakan terbukti melakukan spionase untuk Israel dan Amerika Serikat (AS) ketika kedua negara tersebut beperang dengan Iran.

“Mojtaba Kian... yang mengirimkan informasi terkait unit industri pertahanan negara kepada musuh, digantung pagi ini,” tulis situs web Mizan Online milik Kementerian Kehakiman Iran, dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga
  • Benarkah Perang AS-Iran akan Benar-Benar Segera Berakhir? 8 Tanya Jawab Ini Menjelaskannya
  • Perang Iran Menguras Sebagian Besar Kemampuan Militer AS, Hanya Demi Israel!
  • AS Klaim Ada Kemajuan dalam Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz

Itu menjadi eksekusi pertama yang diketahui publik untuk pelanggaran spionase terkait perang Iran dengan AS-Israel. Menurut laporan Mizan Online, Kian mengirimkan informasi tentang kemampuan pertahanan Iran selama perang yang berlangsung hampir 40 hari.

"(Kian) mengirimkan beberapa pesan ke jaringan musuh yang berafiliasi dengan musuh Zionis-Amerika, termasuk koordinat dan informasi tentang fasilitas yang memproduksi suku cadang terkait industri pertahanan negara," tulis Mizan Online dalam laporannya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Mizan mengatakan, Kian mengirimkan informasi ke jaringan televisi satelit. Mizan tidak mengungkap jaringan tersebut. Namun otoritas Iran sering menuduh media berbahasa Persia yang berbasis di luar negeri bekerja sama dengan Israel.

Menurut Mizan, satu lokasi target di Iran diserang setelah Kian membocorkan informasi tentang keberadaannya. Mizan mengungkapkan, eksekusi Kian terjadi kurang dari 50 hari setelah penangkapannya. Aset miliknya juga telah disita.

Kendati demikian, Mizan tak memaparkan latar belakang Kian. Termasuk berapa usianya, pendidikannya, dan apa pekerjaannya.

Iran telah berulang kali menghukum mati atau menggantung mereka yang terbukti terafiliasi dengan badan intelijen Israel, Mossad. Tak jarang berita tentang eksekusi tersebut diumumkan ke publik.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satpol PP Jakarta Minta Maaf Usai Viral Penertiban Penjual Es Krim di CFD, Janji Lebih Humanis
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Jokowi Rencana Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Berkaitan dengan Dinamika Politik 2029
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Jemaah Haji dari Berbagai Negara Mulai Bergerak ke Mina untuk Hari Tarwiyah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen Akhir Liga Spanyol 2025/26: Barcelona Juara, Girona Turun Kasta
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Klasemen Liga Italia 2025-2026: Emil Audero Terdegradasi, Como Paksa AC Milan dan Juventus ke Liga Europa
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.