Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora menarik yang terjadi pada Minggu (24/5) dan bisa dibaca kembali untuk mengawali hari ini.
Berita diawali dengan serba-serbi kembalinya Warga Negara Indonesia (WNI) aktivis kemerdekaan Palestina yang menjadi tahanan Israel hingga identifikasi spesies terong berduri asal Kalimantan.
1. Sembilan WNI korban penahanan Israel kembali ke tanah air
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu sore.
Kepulangan sembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke tanah air itu, menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan otoritas Israel. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI sebagai langkah perlindungan terhadap warga Indonesia.
"Hari ini kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.
Baca juga: Sembilan WNI korban penahanan Israel kembali ke tanah air
2. Relawan flotilla Gaza ceritakan proses penahanan oleh Israel
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Ronggo, yang merupakan relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menceritakan kesaksiannya selama proses penghadangan dan penahanan oleh pasukan Zionis Israel.
Ronggo ikut dalam rombongan kapal pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026.
"Mulai di-intercept itu tanggal 19 Mei. Ada kapal militer menghampiri kapal kami, lalu ada dua speedboat bersenjata. Kapal kami di-intercept, dibajak, dirusak," kata Ronggo.
Baca juga: Relawan flotilla Gaza ceritakan proses penahanan oleh Israel
3. Komnas Pengendalian Tembakau: Belanja rokok picu kemiskinan keluarga
Sekretaris Jenderal Komnas Pengendalian Tembakau Tulus Abadi mengatakan belanja rokok menjadi salah satu pemicu kemiskinan rumah tangga di Indonesia.
"Pengeluaran untuk rokok sering kali lebih tinggi dibanding kebutuhan pangan bergizi, seperti telur, susu, buah, dan sayur," kata Tulus Abadi.
Baca juga: Komnas Pengendalian Tembakau: Belanja rokok picu kemiskinan keluarga
4. Kemdiktisaintek keluarkan aturan status dosen tetap bagi dokter klinis
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatur mekanisme registrasi Dokter Pendidik Klinis (Dokdiknis) sebagai dosen tetap lewat Peraturan Mendiktisaintek (Permendiktisaintek) Nomor 52 Tahun 2025.
Melalui aturan baru yang diperjelas dalam Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026, dosen tetap diwajibkan bekerja penuh waktu, memenuhi beban kerja minimal 12 Satuan Kredit Semester (SKS), serta menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi guna menunjang tahapan karier akademik mereka hingga jenjang profesor.
Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani menyatakan sosialisasi kebijakan ini penting agar para pemangku kepentingan memahami prosedur pengelolaan karier dosen klinis.
Baca juga: Kemdiktisaintek keluarkan aturan status dosen tetap bagi dokter klinis
5. BRIN identifikasi spesies baru terong berduri asal Kalimantan
Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengungkap spesies baru terong berduri dari genus Solanum yang berasal dari Kalimantan, Indonesia.
Spesies tersebut diberi nama Solanum kalimantanense T.Djarwaningsih, E.L.Agustiani & M.R.Hariri, yang diambil dari nama anggota tim, yakni Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Esthi L. Agustiani, Tutie Djarwaningsih dan Muhammad Rifqi Hariri, serta Peneliti Pusat Riset Ekologi BRIN, Siti Susiarti.
Baca juga: BRIN identifikasi spesies baru terong berduri asal Kalimantan
Berita diawali dengan serba-serbi kembalinya Warga Negara Indonesia (WNI) aktivis kemerdekaan Palestina yang menjadi tahanan Israel hingga identifikasi spesies terong berduri asal Kalimantan.
1. Sembilan WNI korban penahanan Israel kembali ke tanah air
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penahanan Zionis Israel kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Minggu sore.
Kepulangan sembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ke tanah air itu, menjalani perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan otoritas Israel. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI sebagai langkah perlindungan terhadap warga Indonesia.
"Hari ini kita kedatangan teman-teman dari aktivis kemanusiaan, yang kita ketahui mereka telah ditahan oleh militer Israel. Dan kemudian mereka berada dalam kondisi selamat," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.
Baca juga: Sembilan WNI korban penahanan Israel kembali ke tanah air
2. Relawan flotilla Gaza ceritakan proses penahanan oleh Israel
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Ronggo, yang merupakan relawan flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menceritakan kesaksiannya selama proses penghadangan dan penahanan oleh pasukan Zionis Israel.
Ronggo ikut dalam rombongan kapal pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang dicegat militer Israel pada 19 Mei 2026.
"Mulai di-intercept itu tanggal 19 Mei. Ada kapal militer menghampiri kapal kami, lalu ada dua speedboat bersenjata. Kapal kami di-intercept, dibajak, dirusak," kata Ronggo.
Baca juga: Relawan flotilla Gaza ceritakan proses penahanan oleh Israel
3. Komnas Pengendalian Tembakau: Belanja rokok picu kemiskinan keluarga
Sekretaris Jenderal Komnas Pengendalian Tembakau Tulus Abadi mengatakan belanja rokok menjadi salah satu pemicu kemiskinan rumah tangga di Indonesia.
"Pengeluaran untuk rokok sering kali lebih tinggi dibanding kebutuhan pangan bergizi, seperti telur, susu, buah, dan sayur," kata Tulus Abadi.
Baca juga: Komnas Pengendalian Tembakau: Belanja rokok picu kemiskinan keluarga
4. Kemdiktisaintek keluarkan aturan status dosen tetap bagi dokter klinis
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatur mekanisme registrasi Dokter Pendidik Klinis (Dokdiknis) sebagai dosen tetap lewat Peraturan Mendiktisaintek (Permendiktisaintek) Nomor 52 Tahun 2025.
Melalui aturan baru yang diperjelas dalam Kepmendiktisaintek Nomor 39/M/KEP/2026, dosen tetap diwajibkan bekerja penuh waktu, memenuhi beban kerja minimal 12 Satuan Kredit Semester (SKS), serta menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi guna menunjang tahapan karier akademik mereka hingga jenjang profesor.
Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek Sri Suning Kusumawardani menyatakan sosialisasi kebijakan ini penting agar para pemangku kepentingan memahami prosedur pengelolaan karier dosen klinis.
Baca juga: Kemdiktisaintek keluarkan aturan status dosen tetap bagi dokter klinis
5. BRIN identifikasi spesies baru terong berduri asal Kalimantan
Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengungkap spesies baru terong berduri dari genus Solanum yang berasal dari Kalimantan, Indonesia.
Spesies tersebut diberi nama Solanum kalimantanense T.Djarwaningsih, E.L.Agustiani & M.R.Hariri, yang diambil dari nama anggota tim, yakni Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Esthi L. Agustiani, Tutie Djarwaningsih dan Muhammad Rifqi Hariri, serta Peneliti Pusat Riset Ekologi BRIN, Siti Susiarti.
Baca juga: BRIN identifikasi spesies baru terong berduri asal Kalimantan




