BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Tujuannya buat Pengawasan Kualitas Makanan

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya mengatakan ada langkah baru pihaknya dalam memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik). 

Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan kewaspadaan seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan yang diterima para penerima manfaat.

Baca Juga :
Biaya Hidup Makin Mencekik, Supermarket Ramai-Ramai Banting Harga Ribuan Produk
BGN Bongkar Penipuan Jual Beli Titik Dapur MBG di Batam, Sejumlah Dokumen Diamankan

Aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan kualitas dilakukan secara langsung oleh pihak penerima manfaat di lapangan. Pengguna aplikasi merupakan PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan kepala posyandu (Kaposyandu). 

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya

Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem.

Adapun indikator penilaian dalam aplikasi meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan. Dengan sistem tersebut, evaluasi kualitas MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Data lain juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen atau sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal. Hanya 35 laporan yang mencatat keterlambatan distribusi.

Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.

Sedangkan dari sisi rasa makanan, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Sony Sonjaya menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi tersebut merupakan bagian dari langkah kesisteman untuk mencegah terjadinya kejadian menonjol dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal melalui peningkatan awareness para pelaksana program, tetapi juga diperkuat melalui kontrol eksternal dengan melibatkan langsung pihak penerima manfaat.

Baca Juga :
5 Peran Dapur Gizi dalam Membentuk Pola Makan Sehat Masyarakat
BGN Sebut Program MBG Serap 1,28 Juta Pekerja
62,4 Juta Orang Sudah Terima MBG, Termasuk Anak Sekolah, Balita hingga Ibu Hamil

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Dirilis, Duel Brasil vs Maroko dan Inggris vs Kroasia Panaskan Fase Grup
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Waspada! BMKG: Gelombang Tinggi 4 Meter Mengintai pada 25-28 Mei 2026
• 3 jam laluokezone.com
thumb
11 Orang di Jakpus Ditangkap Usai Kedapatan Bawa Sajam-Obat Terlarang
• 22 jam laludetik.com
thumb
Timur Tengah Sengsara Gegara Miskalkulasi Amerika Soal Serangan ke Iran, Kata Pengamat
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kementerian PKP Ungkap Modus Developer Nakal Manipulasi Data Calon Debitur
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.