Sebaiknya Puasa Arafah Ikut Sesuai Penetapan Pemerintah atau Bersamaan Wukuf di Tanah Suci? Begini Penjelasannya

tvonenews.com
17 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan salah satu ibadah sunnah yang penuh keutamaan, yakni Puasa Arafah.

Puasa Arafah menjadi amalan istimewa yang dikerjakan pada bulan Dzulhijjah dan memiliki pahala yang sangat besar bagi mereka yang menjalankannya.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang merasa ragu mengenai waktu pelaksanaan Puasa Arafah.

Sebagian beranggapan bahwa puasa tersebut harus mengikuti jadwal wukuf jamaah haji di Tanah Suci, sementara lainnya meyakini pelaksanaannya disesuaikan dengan tanggal 9 Dzulhijjah di masing-masing wilayah.

Perbedaan penetapan 9 Dzulhijjah antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pun kerap memunculkan pertanyaan, sehingga banyak orang bertanya-tanya, Puasa Arafah sebaiknya mengikuti ketetapan yang mana?

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Adi Hidayat Official, berikut penjelasan tentang waktu puasa arafah.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Puasa Arafah yang dikerjakan pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam.

Potret Ustaz Adi Hidayat
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Adi Hidayat Official

Menurutnya, amalan sunnah tersebut menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Karena itu, kesempatan meraih ampunan dosa melalui puasa sehari ini tentu sangat sayang apabila dilewatkan begitu saja.

Selain itu, Ustaz Adi Hidayat juga menegaskan bahwa Puasa Arafah memiliki perbedaan tersendiri dibandingkan puasa-puasa sunnah lainnya.

"Beda puasa arafah dengan puasa biasa, bukan sekedar menahan lapar dan haus," ungkap Ustaz Adi Hidayat pada tayangan YouTube miliknya.

"Kalau sekedar menahan lapar dan haus, Anda nggak usah nunggu arafah, senin puasa, kamis puasa, ayyamul bidh puasa," sambungnya.

Ustaz Adi Hidayat menyarankan agar umat Islam yang menjalankan Puasa Arafah tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk bermuhasabah atas berbagai dosa yang pernah dilakukan.

Kemudian muncul pertanyaan ketika terjadi perbedaan penetapan tanggal antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Misalnya, saat Arab Saudi menetapkan wukuf di Arafah atau 9 Dzulhijjah berlangsung hari ini, sedangkan pemerintah Indonesia menentukannya pada keesokan harinya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyanyi Jessie J Umumkan Sembuh dari Kanker Payudara
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
The Gunners Tutup Musim dengan Kemenangan 2-1
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
Tragedi di San Siro! AC Milan Gagal Lolos Liga Champions Usai Dikandaskan Cagliari
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
BNPP RI Ukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Entikong, Petakan Berbagai Tantangan Pembangunan
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Senin, 25 Mei 2026
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.