Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyampaikan pernyataan tegas terkait perlakuan tentara Israel terhadap para relawan Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI).
Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan dan penyiksaan yang dialami para relawan merupakan perbuatan yang tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan.
Sembilan WNI tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kepada warga sipil. Namun, kapal mereka diintersepsi secara paksa oleh militer Israel, seluruh relawan ditangkap, dan selama beberapa hari penahanan di penjara Israel mereka mengalami penyiksaan fisik, mulai dari ditendang, diinjak, hingga disetrum.
Sugiono mengecam keras tindakan brutal militer Israel karena dinilai telah melanggar hukum internasional.
"Mereka adalah masyarakat sipil yang mengusahakan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Dan kami juga menyampaikan kecaman ini di DK PBB pada 21 Mei lalu," ucap Sugiono saat menyambut kepulangan 9 WNI relawan GSF di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, dikutip Senin (25/5).
"Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan," tegasnya.
Pemulangan para WNI berhasil dilakukan berkat kerja sama sejumlah negara sahabat, dengan peran besar dari pemerintah Turki. Para relawan diterbangkan dari Turki dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (24/5/2026) sore.
Adapun sembilan WNI yang sempat ditahan terdiri dari jurnalis (Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo) serta aktivis kemanusiaan (Andi Angga Prasadewa, Herman Budianto Sudarno, Ronggo Wirosanu, Hendro Prasetyo, dan Asad Aras Muhammad). Dua WNI lain, Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, turut mendampingi proses pemulangan setelah membantu di Turki.
Baca Juga: Tak Hanya Perempuan, WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0 Sebut Ada Pelecehan Seksual pada Laki-Laki
Baca Juga: Turki yang Jemput 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla dari Israel, Bakal Diperiksa di Istanbul dan Pulang ke Tanah Air
Pemerintah berkomitmen memberikan penanganan medis dan psikologis lanjutan atas dampak fisik dan trauma yang dialami para relawan.
"Tadi dari laporan ada beberapa teman-teman kita mengalami trauma fisik, yang akan ditangani lebih lanjut," ujar Sugiono.





