IHSG Dibuka Rebound ke Level 6.187 pada Perdagangan Awal Pekan

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengawali perdagangan awal pekan di zona hijau pada Senin (25/5/2026). Berdasarkan data real-time RTI Business pada pukul 09.01 WIB, IHSG terpantau menguat 52,733 poin atau naik 0,86% ke level 6.214,778.

Indeks dibuka di level 6.187,655 dan langsung melesat menyentuh level tertinggi paginya di 6.223,146. Sementara itu, level terendah pergerakan pagi berada di posisi 6.187,398.

Aktivitas transaksi pada menit-menit awal pembukaan tercatat cukup dinamis. Volume saham yang ditransaksikan telah mencapai 1,388 miliar lembar saham dengan nilai omset (turnover) menyentuh Rp676,134 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 87.922 kali transaksi, dengan total kapitalisasi pasar (market cap) berada di angka Rp10.754,251 triliun.

Secara rinci, pergerakan saham di papan perdagangan didominasi oleh tren positif. Tercatat sebanyak 375 saham bergerak menguat, sedangkan 110 saham mengalami penurunan, dan 195 saham lainnya stagnan alias tidak mengalami perubahan harga.

Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI. Mengingat IHSG telah berhasil menguji target “wave 5 / A alt.” dan membentuk pola bullish pin bar, diharapkan fase pelemahan terbatas mulai terjadi.

"Adapun peluang technical rebound dapat terjadi terutama pada saham-saham big caps yang sudah terkoreksi dalam. Sektor energi dan komoditas masih berpotensi relatif kuat karena mendapat dukungan dari tingginya harga energi global," kata dia dalam analisisnya.

Nafan menyebut para pelaku pasar merespons positif pernyataan Presiden Trump mengenai kesepakatan perdamaian dengan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagian besar telah selesai dinegosiasikan dan akan segera diumumkan.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Tertekan Sepekan, Saham Ini Jadi Pilihan

Baca Juga: IHSG Jatuh 8,35%, Asing Net Sell Rp807 Miliar dan Rp1.190 Triliun Menguap

Apabila terealisasi, langkah ini berpotensi mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir mengganggu pasar energi global dan mendorong kenaikan inflasi di AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Rupiah terpantau masih berada di level yang cukup rentan dengan melemah 0,28% menjadi 17.717 per USD, meskipun Bank Indonesia (BI) sebelumnya sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps. Para investor cenderung wait and see melihat efektivitas intervensi BI dalam menstabilkan kurs.

Di sisi lain, dinamika seputar pengembangan proyek industri dan arah kebijakan dari otoritas investasi Danantara, khususnya terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia, terus memberikan pengaruh yang substansial terhadap sentimen pasar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketersediaan Sapi Kurban di Lamongan Surplus
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Banjir Selutut Orang Dewasa Sempat Genangi Ciganjur, Warga: Tak Ada Resapan
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Populer: Gaji ke-13 ASN Cair 2 Juni; Resep BJ Habibie Pulihkan Rupiah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sistem Kelistrikan Sumatera Berangsur Pulih
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Sumsel Imbau Petani Tanam Serentak untuk Cegah Serangan Hama Tikus
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.