jpnn.com, BALIKPAPAN - Seekor sapi berjenis simental charolais berukuran lebih dari 1 ton resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada hari raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi pilihan Istana itu dikatakan sudah lolos pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
BACA JUGA: Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban Berbobot 1 Ton Lebih untuk Masyarakat Simeulue
Mereka mengatakan sapi kurban berukuran jumbo itu 100 persen sehat, sehingga memenuhi syarat untuk disembelih.
"Kami jamin sapi berusia empat tahun dari bantuan Presiden Prabowo untuk warga Balikpapan ini 100 persen sehat, bebas dari segala jenis penyakit menular, dan memenuhi syarat mutlak untuk kurban," ujar Kepala DKP3 Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih di Balikpapan, Senin.
BACA JUGA: Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Bandung Berbobot 1,2 Ton
Menurutnya, sapi seberat 1,05 ton bernama Bison itu lolos uji klinis dan kesehatan hewan secara ketat, dengan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan.
Dari hasil pemeriksaan juga diterbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden untuk warga di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tersebut sehat dan bebas dari segala jenis penyakit menular.
BACA JUGA: Sapi Arjuna Berbobot 1,18 Ton Dipilih Jadi Hewan Kurban Prabowo untuk Masyarakat Sumsel
Wahyuningsih mengapresiasi keberhasilan peternak lokal di RT 13, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, yang berhasil memproduksi sapi dengan standar kualitas nasional.
Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas peternakan di Kota Balikpapan mengalami peningkatan besar.
Sementara itu, Anita, pemilik MWC Farm yang merawat Bison menjelaskan sapi tersebut awalnya didaftarkan untuk seleksi kurban kepresidenan sekitar satu setengah bulan lalu. Saat itu bobot awal 973 kilogram.
Selama proses kurasi intensif oleh kementerian terkait dan Sekretariat Negara secara daring, bobot sapi bertanduk sempurna tersebut melonjak drastis hingga mencapai 1.050 kilogram saat timbang akhir digital.
"Rahasia pertumbuhan yang cepat tersebut terletak pada kedisiplinan perawatan harian yang ketat dalam satu tahun terakhir, meliputi mandi dua kali sehari, pemberian pakan jomboran dua kali sehari, rumput tiga kali sehari, serta pemberian vaksin dan vitamin berkala," ujar Anita.
Dia mengatakan salah satu syarat wajib dari Sekretariat Negara adalah kondisi fisik sapi harus bertanduk utuh, kokoh dan sempurna tanpa cacat sedikit pun, selain aspek bobot dan kesehatan prima.
Sapi tersebut segera ditempatkan di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC).
Disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha, kemudian seluruh dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar. (Antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Daging Sapi Mendadak Hilang di Pasar Kosambi Bandung, Pembeli Kesulitan
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian




