JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Agama periode 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, merespons pembubaran kegiatan nonton bareng film Pesta Babi yang melibatkan anggota TNI.
Lukman menilai setiap karya seni, termasuk film, pasti akan memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Namun menurutnya, perbedaan pandangan terhadap sebuah karya seharusnya disikapi dengan cara yang sehat dan terbuka, bukan melalui tindakan pembubaran atau kekerasan.
Lukman menegaskan bahwa kritik terhadap karya seni sebaiknya “dibalas” dengan karya seni lain agar tercipta dialektika di ruang publik.
Dengan begitu, masyarakat dapat menilai dan mempertimbangkan sendiri berbagai sudut pandang berdasarkan logika, nalar, dan realitas kehidupan. Ia juga menyebut tindakan pembubaran nobar film tersebut sebagai bentuk kekerasan yang dilakukan oleh negara.
Dalam pernyataannya, Lukman turut menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap aktivis, mahasiswa, hingga masyarakat adat.
Ia mengajak masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan, baik sebagai korban maupun pelaku, serta berani melaporkan tindakan kekerasan.
Menurutnya, nilai-nilai dalam ajaran Islam juga menegaskan pentingnya menolak tindakan yang membawa kerusakan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- Lukman Hakim Saifuddin
- mantan Menteri Agama
- pesta babi





