JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena belum memenuhi standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, penghentian sementara itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas layanan dan memastikan standar keamanan pangan dipenuhi.
“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Dadan, dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).
BGN mencatat, sejak awal 2025 ada 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara untuk menjalani evaluasi dan perbaikan standar layanan.
Baca juga: Kritik IDAI dan Klarifikasi BGN soal Pemberian Susu Formula di MBG
Dari jumlah itu, sebanyak 3.429 SPPG sudah kembali beroperasi setelah menyelesaikan pembenahan.
Sementara 1.152 lainnya masih menjalani proses perbaikan.
Menurut Dadan, sejumlah SPPG mendapat surat peringatan karena infrastruktur belum memenuhi standar, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ia mengatakan, SPPG yang telah memenuhi seluruh ketentuan akan diizinkan kembali beroperasi.
“Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Dadan.
BGN menyebut, sebagian SPPG yang kini masih diperbaiki merupakan mitra yang ikut menjalankan program MBG sejak tahap awal.
Baca juga: IDAI Sampaikan Surat Terbuka untuk BGN, Soroti Pemberian Susu Formula di Program MBG
Karena itu, pemerintah tetap memberi kesempatan kepada mitra tersebut untuk kembali beroperasi setelah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” pungkas Dadan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang