RevCon 2026 Gagal Capai Konsensus, Indonesia Sentil Keras Negara Nuklir: Ancamannya Sudah Nyata!

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia melontarkan peringatan keras terhadap meningkatnya ancaman nuklir global dalam Konferensi Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir 2026 atau NPT Review Conference (RevCon) 2026 di Markas Besar PBB, New York.

Di tengah gagalnya konferensi mencapai konsensus, Indonesia menegaskan dunia sedang berada dalam situasi berbahaya akibat modernisasi senjata nuklir hingga penggunaan kecerdasan buatan dalam sistem komando nuklir.

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Senin (25/5/2026), Indonesia menegaskan peran aktifnya sebagai Koordinator Gerakan Non-Blok (GNB/NAM) dengan memimpin koordinasi posisi 118 negara anggota untuk mendorong implementasi Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang seimbang dan konsisten terhadap komitmen pelucutan senjata nuklir.

RevCon 2026 berlangsung dalam situasi global yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih dimiliki sejumlah negara, sementara tensi geopolitik dunia terus memanas.

“Lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih dipertahankan oleh sejumlah negara, sementara ketegangan geopolitik, modernisasi arsenal nuklir, kemungkinan uji coba nuklir, peningkatan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir, serta pemanfaatan teknologi baru, termasuk kecerdasan artifisial dalam sistem komando dan kendali nuklir, semakin memperbesar risiko salah perhitungan, eskalasi, dan penggunaan senjata nuklir,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Indonesia menilai kondisi tersebut bukan lagi ancaman teoritis, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan dunia. Pemerintah menegaskan penggunaan senjata nuklir akan membawa bencana besar bagi kemanusiaan dan lingkungan.

“Dengan demikian, pelucutan senjata nuklir bukanlah agenda abstrak, melainkan kebutuhan nyata bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan global,” lanjut pernyataan itu.

Dalam proses negosiasi, Indonesia tampil agresif mengonsolidasikan posisi negara-negara non-blok untuk menjaga keseimbangan tiga pilar utama NPT, yakni pelucutan senjata nuklir, non-proliferasi, dan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Indonesia juga mengingatkan agar upaya mencapai konsensus tidak dijadikan alasan untuk melemahkan agenda pelucutan senjata nuklir.

“Indonesia menegaskan bahwa konsensus tidak boleh dicapai dengan mengorbankan substansi pelucutan senjata nuklir atau menurunkan standar komitmen yang telah disepakati,” tulis Kemlu RI.

Namun hingga konferensi ditutup, negara-negara peserta gagal menyepakati dokumen akhir substantif RevCon 2026. Indonesia pun secara terbuka menyampaikan kekecewaannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Skakmat Pedagang di Kawasan Cicadas yang Tuntut Ganti Rugi: Tidak Ada Aturannya
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus Matinya Kucing Noci Berlanjut, Pemilik Jalani BAP di Polres Tangsel
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Dubes Palestina Sambut Langsung 9 WNI yang Sempat Ditahan Israel di Bandara Soetta
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Wisatawan Austria Tewas di Cunca Wulang, Keselamatan Wisata Labuan Bajo Disorot
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.