Jakarta: Bareskrim Polri mengungkapkan hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik (blackout) di sejumlah wilayah Sumatera. Pihaknya memastikan peristiwa tersebut bukan disebabkan sabotase, melainkan faktor teknis dan kondisi cuaca ekstrem.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin mengatakan, tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Tower 175 dan 176 jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi tersebut ditemukan kabel SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai dalam kondisi terputus.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan,” kata Nunung dalam konferensi pers, Senin, 25 Mei 2026.
Baca Juga :
Terdapat tiga kemungkinan penyebab terputusnya kabel transmisi tersebut yang masih didalami tim Puslabfor Polri. Di antaranya faktor mekanis akibat gesekan dan pengaruh angin, panas akibat sambungan yang longgar, serta tarikan atau goyangan kabel akibat cuaca ekstrem.
“Adapun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Petugas sedang memperbaiki jaringan listrik di salah satu lokasi gangguan suplai. ANTARA/HO-Humas PLN
Oleh karena itu, Nunung menepis isu sabotase yang sempat beredar di masyarakat. Menurutnya, bentuk kerusakan kabel yang ditemukan di lapangan tidak menunjukkan pola yang mengarah pada unsur kesengajaan.
"Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya, seperti yang ada di depan kita," ungkapnya.




