FAJAR, MAKASSAR— Tim kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan survei pendahuluan program Pengabdian Kemitraan bagi Masyarakat di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal persiapan program pengabdian masyarakat tahunan yang digagas Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) bersama Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ilmu Kedokteran Gigi Anak (PPDGS IKGA) Universitas Hasanuddin.
Survei dipimpin langsung Ketua Tim sekaligus Ketua Puslitbang Kesehatan Unhas, Prof. Dr. Muh. Harun Achmad, drg., M.Kes., Sp.KGA., KKA(K), FSASS bersama para residen PPDGS IKGA Unhas.
Adapun tim residen yang turut terlibat yakni drg. Aliefah Putri, drg. Brillian Tita Putri, drg. Ghafran Nailul Farchi, drg. Azzahra Anindya, drg. Nadiah Hulwa, dan drg. Muhamad Ridhatul Aslam.
Dalam kunjungan tersebut, tim kesehatan melakukan koordinasi dan diskusi bersama Kepala Desa Bontosunggu, Andi Patmahwati, serta Kepala Puskesmas setempat H. Faisal Anas, S.KM beserta jajaran terkait.
Pembahasan difokuskan pada kondisi kesehatan masyarakat serta potensi wilayah pesisir yang dinilai dapat dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan.
Program pengabdian masyarakat itu dirancang tidak hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan warga, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan yang sesuai dengan potensi sumber daya alam pesisir di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pelatihan yang direncanakan nantinya akan menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya lokal yang memiliki nilai ekonomis dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bontosunggu.
“Kegiatan ini nantinya akan diwujudkan dalam bentuk sosialisasi, edukasi kesehatan, serta pelatihan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga,” ujar Prof. Harun Achmad.
Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah penting untuk menciptakan program pengabdian masyarakat yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia menilai pendekatan kolaboratif sangat dibutuhkan agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Selain aspek kesehatan, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Bontosunggu, Andi Patmahwati, menyampaikan apresiasi atas rencana kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan oleh tim kesehatan Unhas tersebut.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, baik dalam peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat maupun pemberdayaan ekonomi warga setempat.(wis)





