BANDUNG, KOMPAS — Sebanyak 124 orang menjadi korban kecelakaan dan kekerasan saat larut dalam euforia konvoi juara Persib Bandung pada Minggu (24/5/2026) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, Jawa Barat. Dua warga tewas dalam peristiwa ini.
Konvoi atas prestasi Persib Bandung yang menjuarai kompetisi Super League 2025-2026 berlangsung dari pukul 08.00 WIB. Ratusan ribu warga Jawa Barat tumpah ruah di jalanan Kota Bandung.
Dalam konvoi yang diselenggarakan pemerintah, aparat keamanan, beserta Persib, rutenya dimulai dari Gedung Sate, Jalan Asia Afrika, dan berakhir di Pendopo Kota Bandung.
Konvoi juara ditutup dengan para pemain mengangkat trofi juara di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Asia Afrika. JPO Jalan Asia Afrika tersebut menjadi salah satu tempat ikonik di Kota Bandung.
Setelah itu, masih banyak rombongan warga berkonvoi dengan sepeda motor di sejumlah ruas jalan Kota Bandung hingga malam hari.
Data terkini dari Pemerintah Kota Bandung hingga Senin (25/5/2026), sebanyak 122 orang menjadi korban kecelakaan dan dua orang lainnya tewas akibat aksi kekerasan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, 39 dari 122 orang dirujuk ke rumah sakit. Ia memaparkan, 70 korban adalah warga Kota Bandung, sedangkan 52 orang dari sejumlah daerah di Jabar.
Ia merinci, dua orang yang tewas itu karena kecelakaan lalu lintas dan aksi kekerasan. Korban yang tewas karena kecelakaan lalu lintas diduga mabuk minuman beralkohol.
”Untuk korban yang tewas karena aksi kekerasan, kami sedang menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian,” kata Farhan.
Ia menuturkan, kerusakan fasilitas publik saat perayaan juara juga menjadi perhatian serius Pemkot Bandung. Sebanyak 35 titik taman di Kota Bandung dilaporkan rusak.
”Kerusakan 35 taman ini akibat tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan. Saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan secara bertahap,” tuturnya.
Farhan menambahkan, temuan di lapangan juga menunjukkan tingginya konsumsi miras selama perayaan juara Persib. Dalam dua hari terakhir, petugas mendapati banyak sampah botol minuman keras.
”Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat perlunya penindakan lebih tegas. Kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal,” katanya.
Sekretaris Jenderal Bobotoh Club, salah satu organisasi suporter Persib, Eko Noer Kristiyanto menyampaikan rasa prihatin mendalam atas jatuhnya ratusan korban luka dan dua korban tewas dalam merayakan prestasi Persib Bandung.
Menurut dia, kejadian ini harus menjadi evaluasi menyeluruh bagi penyelenggaraan kegiatan dan aparat yang berwenang. Evaluasi meliputi batas waktu konvoi dan pemilihan tempat untuk selebrasi dengan trofi juara.
”Terkesan panitia dan pihak yang berwenang tidak ada persiapan untuk melaksanakan konvoi. Kegiatan yang seharusnya bersukacita malah berujung duka,” ucapnya.





