Pelaku Rentetan Teror Penembakan Gedung Putih: Bergerak ala Lone Wolf

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Aparat keamanan Amerika Serikat (AS) melihat pola serupa dalam rentetan penembakan dekat Gedung Putih dalam beberapa pekan terakhir: pelaku bergerak sendiri atau dikenal sebagai lone wolf.

Istilah itu dipakai untuk menggambarkan pelaku serangan yang tidak terhubung langsung dengan kelompok terorganisir, tetapi tetap mampu menciptakan ancaman besar.

Dilansir The Times, FBI selama beberapa tahun terakhir terus memperingatkan soal meningkatnya ancaman lone wolf di AS.

Pelaku biasanya bergerak sendiri, sulit dilacak, tidak tergabung organisasi besar, dan sering memadukan motif politik dengan masalah personal atau kesehatan mental.

Menurut laporan tahunan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, ancaman terbesar saat ini justru berasal dari pelaku domestik individual, bukan jaringan asing seperti era pasca-9/11.

Cole Tomas Allen - Penembakan Gala Media

Dalam insiden gala media Gedung Putih atau White House Correspondents’ Dinner (WHCD) pada 25 April lalu, pelaku diidentifikasi media AS sebagai Cole Tomas Allen (31), pria pengembang game indie asal Torrance, California.

Allen terekam kamera CCTV yang diunggah Trump di Truth Social berlari melewati area pemeriksaan sebelum akhirnya ditembak dan ditahan di lokasi.

Trump menyebut Allen diduga bertindak sendiri, yang ia sebut sebagai "lone wolf".

"Menurut saya dia pelaku tunggal," ujar Trump, seraya menyebut pelaku sebagai "orang yang sakit".

Berdasarkan dokumen penyelidikan FBI yang diungkapkan Reuters, Allen membawa shotgun, pistol semi otomatis, dan beberapa pisau.

Ia disebut AFP memiliki manifesto anti-pemerintah dan mengidolakan sejumlah pelaku penembakan massal di AS.

Profil media sosial LinkedIn yang dikutip AFP menunjukkan Allen memiliki latar belakang teknik mesin dan ilmu komputer. Ia juga pernah bersekolah di Pacific Lutheran High School di Los Angeles dan tergabung dalam tim voli.

Investigasi juga menemukan bahwa Allen sempat mengunggah pesan bernada ancaman di forum online beberapa hari sebelum aksi dilakukan.

Jaksa federal mendakwa Allen atas penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan, serta penyerangan terhadap petugas federal dengan senjata berbahaya

Michael Marx - Penembakan Washington Monument

Dalam insiden penembakan dekat National Mall dan Washington Monument pada 4 Mei 2026, pelaku diidentifikasi sebagai Michael Marx (45) asal Texas.

Menurut laporan The Washington Post, Marx berada di kawasan 15th Street dan Madison Drive NW, hanya beberapa menit setelah iring-iringan Wakil Presiden AS JD Vance melintas di area tersebut. Namun aparat mengatakan belum ada indikasi Vance menjadi target langsung.

Secret Service awalnya mendekati Marx karena melihat gerak-geriknya mencurigakan dan diduga menyembunyikan senjata api.

Saat dihampiri petugas, Marx disebut melarikan diri lalu mengeluarkan pistol dan menembak ke arah aparat federal. Secret Service kemudian membalas tembakan dan melumpuhkannya.

"Persetan Gedung Putih, bunuh saya, bunuh saya," teriaknya saat baku tembak dengan Secret Service.

Marx menghadapi sejumlah dakwaan federal, termasuk menyerang petugas federal dengan senjata api dan kepemilikan senjata ilegal sebagai mantan narapidana, seperti dilansir Fox News.

Nasire Best - Penembakan Perimeter Gedung Putih

Pelaku penembakan dekat checkpoint Gedung Putih pada Sabtu (23/5) Nasire Best (21), pria asal Dundalk, Maryland.

Menurut The New York Post, Best sebelumnya dikenal sebagai atlet lari saat sekolah dan sempat bekerja di Amazon. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi mentalnya disebut memburuk.

Teman-temannya menyebut Best mulai mengalami delusi, mengaku sebagai Tuhan hingga Yesus Kristus, dan beberapa kali mendatangi area Gedung Putih sebelum insiden penembakan terjadi.

Dokumen pengadilan yang diungkap The Times menunjukkan ia pernah ditangkap karena memasuki area terbatas di sekitar Gedung Putih tanpa izin. Dalam kejadian pada Juli 2025, Best bahkan meminta aparat untuk menangkapnya.

Pengadilan kemudian mengeluarkan larangan agar Best tidak mendekati kompleks Gedung Putih. Namun ia beberapa kali disebut melanggar aturan tersebut.

Sesaat sebelum penembakan, ibunya bahkan sempat melapor ke polisi bahwa putranya bersikap suicidal dan membawa senjata dari rumah.

Beberapa jam kemudian, Best muncul mengeluarkan senjata dari tas dan mulai menembak ke arah aparat dekat perimeter keamanan Gedung Putih.

"Polisi Secret Service membalas tembakan dan mengenai pelaku," kata Kepala Komunikasi Secret Service Anthony Guglielmi.

Best tewas setelah ditembak balas aparat. Seorang warga sipil juga terkena peluru dalam insiden tersebut dan mengalami luka serius namun stabil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua KRL Rangkasbitung Dilempari Batu, Kaca Penumpang Pecah
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Video: Bantuan Pangan Diperpanjang, Harga Bahan Pokok Akan Stabil
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bukan Sapi Biasa! Irfan Hakim Bocorkan Hewan Kurban Raksasa Milik Presiden Prabowo dan Seskab Teddy
• 1 jam lalugrid.id
thumb
BTN Akuisisi Portofolio Kredit Pensiunan SMBC Rp 19,9 Triliun
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pesan Rahasia Rasulullah ke Ali Bin Abi Thalib Soal Sifat Wara
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.