EtIndonesia. Ibukota Ukraina, Kyiv, pada Sabtu (23 Mei) mengalami “serangan rudal balistik skala besar”. Tim wartawan AFP di lokasi mendengar ledakan keras, sementara para pejabat mendesak warga untuk segera mencari perlindungan. Sebelumnya, Moskow mengancam akan membalas serangan terhadap wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia.
“Ibu kota sedang mengalami serangan rudal balistik besar-besaran. Masih ada kemungkinan gelombang serangan berikutnya, warga diminta tetap berada di tempat perlindungan! ”
Ia menambahkan bahwa sejauh ini sedikitnya empat lokasi terdampak serangan. Laporan awal menyebutkan terjadi kebakaran dan kerusakan pada bangunan tempat tinggal.
Wartawan AFP di lokasi mendengar ledakan besar dan melihat sebuah gedung apartemen dekat kawasan pemerintahan berguncang hebat akibat ledakan. Puluhan warga berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota Kyiv.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan bahwa Rusia mungkin akan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Ukraina dalam beberapa jam ke depan. Senjata yang digunakan kemungkinan termasuk rudal balistik hipersonik jarak menengah terbaru buatan Rusia bernama “Oreshnik”, yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.
Serangan ke Asrama Mahasiswa dan Rombongan PemakamanPejabat Rusia sebelumnya pada tanggal 23 Mei mengklaim bahwa drone Ukraina menyerang asrama siswa sebuah sekolah di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia di Ukraina timur. Jumlah korban tewas disebut meningkat dari enam menjadi sepuluh orang, dengan 48 orang terluka dan 11 lainnya masih hilang. Operasi penyelamatan masih berlangsung.
Militer Ukraina membantah tuduhan Rusia tersebut dan mengatakan bahwa target serangan mereka adalah unit komando drone di Luhansk. Pemerintah Kyiv menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum humaniter internasional.
Selain itu, pada hari yang sama, drone Rusia menyerang rombongan pemakaman di pinggiran kota Sumy di timur laut Ukraina, menyebabkan satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka.
Media lokal melaporkan bahwa sebuah drone serang menghantam jalan dekat sebuah bus.
Kota Sumy berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Rusia dan dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi sasaran serangan rudal serta drone Rusia selama perang Rusia-Ukraina.
Sumber : NTDTV.com





