Budi Santoso Mendag Sebut Pelemahan Rupiah Jadi Peluang Besar untuk Ekspor

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Budi Santoso Menteri Perdagangan (Mendag) menilai, pelemahan nilai tukar Rupiah justru membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor nasional.

Menurutnya, produk-produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global karena harganya relatif lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Maka dari itu, Pemerintah terus mendorong pelaku usaha, termasuk eksportir muda dan UMKM memanfaatkan momentum pelemahan Rupiah untuk memperluas pasar ekspor.

“Kan ketika Rupiah melemah seharusnya daya saing kita bagus, kan? Harganya kan berarti murah kan di di pasar internasional. Nah, kita terus mendorong,” kata Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Budi mengaku telah bertemu dengan eksportir, khususnya dari kalangan orang muda. Dia mendorong eksportir mematuhi syarat-syarat ekspor di pasar internasional. Karena kesempatan ekspor terbuka di tengah perlemahan rupiah.

“Kemudian juga kemarin juga dengan GPEI (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia) yang untuk mendorong supaya produk-produk lokal itu dipatuhi ekspornya. Karena ini kesempatan sebenarnya. Ini kan sebenarnya kesempatan karena dengan dengan nilai rupiah seperti ini, kita harganya lebih kompetitif untuk untuk pasar ekspor,” ujarnya.

Tercatat nilai tukar Rupiah hari ini, dibuka menghijau ke level Rp17.700 per Dollar AS. Rupiah naik 17 poin atau sekitar 0,10 persen.

Imelda Dian Rahmawati Dosen Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengatakan, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar tidak hanya disebabkan oleh konflik geopolitik global, tetapi juga dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal, seperti defisit impor yang besar, dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Meski begitu, perlemahan tidak otomatis menunjukkan Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi

“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi kita, konsumsi dan daya beli masyarakat, ekspor, cadangan devisa negara, dan stabilitas perbankan,” tutur Imelda.

Dampak perlemahan Rupiah terhadap ekspor adalah membuat produk indonesia jadi lebih murah dan kompetitif di pasar Internasional. Kondisi ini juga dapat meningkatkan sektor pariwisata karena Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan asing.

“UMKM berbasis ekspor juga bisa memperoleh keuntungan lebih besar,” jelasnya.

Tapi, perlemahan Rupiah juga membawa dampak negatif, seperti harga barang impor mahal dan memicu inflasi. Kemudian utang luar negeri juga bisa jadi lebih besar, dan hanya energi melonjak. (lea/saf/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menguatnya Dukungan Internasional untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Kapan MotoGP Italia 2026? Ini Jadwal Lengkap Balapan yang Digelar di Mugello Pekan Depan
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Shakira Rilis Video Musik Dai Dai, Hadirkan Messi hingga Mbappe
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Laka Minibus di Probolinggo, Keluarga Korban Terbantu Pendampingan Jasa Raharja
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Drifter Kembar 13 Tahun Curi Perhatian di Kejurnas Passion Drift 2026
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.