Kuala Lumpur (ANTARA) - Perusahaan energi Malaysia, Petronas, mengatakan bahwa tiga kontraktor tewas dan satu lainnya terluka selama pekerjaan pemeliharaan sekoci penyelamat di anjungan lepas pantai Sepat yang terletak di lepas pantai timur negara itu.
Petronas menuturkan bahwa penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut masih berlangsung melalui koordinasi dengan pihak berwenang, tutur perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, Senin.
"Petronas menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga, teman, dan rekan kerja para korban meninggal. Prioritas utama perusahaan adalah untuk memberikan dukungan bagi kesejahteraan pihak yang terdampak," urai perusahaan tersebut.
Kepala Kepolisian Kuala Terengganu Azli Mohd Noor mengatakan insiden itu terjadi pada Minggu (24/5) sekitar pukul 12.50 waktu setempat ketika keempat korban diyakini menaiki sekoci penyelamat di anjungan tersebut untuk turun ke laut guna melakukan pekerjaan pemeliharaan di bagian bawah anjungan, kata Bernama.
Dia mengatakan tali yang terpasang pada sekoci penyelamat itu diyakini terlepas, menyebabkan sekoci beserta empat korban tersebut terjatuh ke laut.
Petronas menuturkan bahwa penyelidikan terkait penyebab insiden tersebut masih berlangsung melalui koordinasi dengan pihak berwenang, tutur perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, Senin.
"Petronas menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para keluarga, teman, dan rekan kerja para korban meninggal. Prioritas utama perusahaan adalah untuk memberikan dukungan bagi kesejahteraan pihak yang terdampak," urai perusahaan tersebut.
Kepala Kepolisian Kuala Terengganu Azli Mohd Noor mengatakan insiden itu terjadi pada Minggu (24/5) sekitar pukul 12.50 waktu setempat ketika keempat korban diyakini menaiki sekoci penyelamat di anjungan tersebut untuk turun ke laut guna melakukan pekerjaan pemeliharaan di bagian bawah anjungan, kata Bernama.
Dia mengatakan tali yang terpasang pada sekoci penyelamat itu diyakini terlepas, menyebabkan sekoci beserta empat korban tersebut terjatuh ke laut.





