JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah menargetkan pemulihan bencana Sumatra selesai dalam waktu 3 tahun.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan saat ini mulai memasuki tahap pemulihan permanen atau rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana setelah masa tanggap darurat dan transisi dinilai berjalan cukup baik.
"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Itulah jadi dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa untuk menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk (Rencana Induk)," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senin, 25 Mei 2026.
Ia melaporkan saat ini listrik, BBM hingga internet sudah berjalan normal. Bahkan, akses jalan nasional sudah terhubung.
BACA JUGA:Beberkan Dampak Blackout di Sumatera, Bobby Nasution: Sudah Pulih 100%!
"Listrik, BBM, SPBU, internet umumnya sudah lancar, kecuali beberapa desa terisolir karena longsor. Fasilitas kesehatan (Puskesmas) juga relatif sudah baik, tapi akan dioptimalkan lagi oleh Menteri Kesehatan. Akses jalan nasional dan jembatan nasional sudah terhubung," imbuhnya.
Sementara itu, untuk bidang pendidikan, dia memastikan proses pembelajaran di 4.922 sekolah telah berjalan di mana 3.800 diantaranya proses belajar mengajar sudah dilakukan di sekolah.
"Proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922 sekolah, ada beberapa yang masih di tenda atau kelas darurat (terutama di daerah merah yang harus relokasi). Namun, mayoritas sudah di sekolah masing-masing (sekitar 3.800 sudah diperbaiki)," ungkapnya.
BACA JUGA:Ketua DPD RI Minta PLN Bergerak Cepat Atasi Black Out di Sumatera
Pemerintah kini menyusun Rencana Induk (Renduk) sebagai acuan utama proses rehabilitasi dan rekonstruksi selama tiga tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028.
Renduk tersebut mencakup 11.512 program kegiatan, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, sekolah hingga hunian tetap (huntap).
"Diselesaikan dalam waktu 3 tahun (2026, 2027, 2028). Ada 11.512 program kegiatan (jalan, jembatan, sekolah, dll). Prioritas utama di 2026 adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, sekolah, dan Huntap (Hunian Tetap)," paparnya.
BACA JUGA:Mendagri Minta Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 Triliun untuk Penanganan Pascabencana Sumatera
Tito mengungkapkan total anggaran pemulihan permanen yang telah disetujui pemerintah mencapai Rp100,166 triliun untuk periode tiga tahun.
Rinciannya, sebesar Rp38,9 triliun dialokasikan pada 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028.
- 1
- 2
- »


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F05%2F25%2F5d285c881646f857b8d0140a50d2d0c2-photo_6098018554713149404_y.jpg)


