Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian damai AS dan Iran serta beralihnya ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Rupiah Awal Pekan Ditutup Melemah ke Rp17.744 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15 persen ke level Rp17.744 per USD pada perdagangan Senin (25/5/2026) awal pekan.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian damai AS dan Iran serta beralihnya ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed).

Baca Juga:
Purbaya Ungkap Strategi Dongkrak Rupiah ke Level Rp15.000, Siap Eksekusi Pekan Depan

“Yang positifnya itu adalah pasar ini optimis bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin mendekati kesepakatan perdamaian. Walaupun ya masih ada perselisihan mengenai isu-isu kunci tentang Blokade Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Menurutnya, ada hal yang berisiko besar memicu kegagalan total pada kesepakatan geopolitik tersebut.

Baca Juga:
Kerek Suku Bunga, BI Utamakan Stabilitas Ekonomi di Tengah Depresiasi Rupiah

"Nah tetapi kita harus ingat juga bahwa apakah nota kesepakaman ini akan ditatangani? Tidak. Karena yang lebih penting itu adalah tentang masalah Uranium. Kemudian yang kedua tentang masalah dana yang dibekukan dari tahun 70-an. Ya ini pun juga cukup menarik dan saya kemungkinan besar beranggapan bahwa perdamaian ini kemungkinan besar akan gagal total," tutur Ibrahim.

Di sisi lain, jajaran petinggi Federal Reserve dilaporkan mulai kompak menyuarakan sinyal pengetatan moneter (hawkish) apabila indikator inflasi di Negeri Paman Sam tidak kunjung menjinak mendekati target sasaran.

Baca Juga:
Airlangga Sebut Pelemahan Rupiah Saat Ini Masih Lebih Baik Dibanding Era 2004-2014

Tekanan psikologis bagi instrumen mata uang negara berkembang diprediksi akan semakin pekat sepanjang pekan ini, mengingat pasar sedang bersiap menanti rilis data makroekonomi AS berskala besar.

Beralih ke faktor domestik, Ibrahim menyoroti mengapa penurunan harga minyak mentah dunia gagal memberikan daya dongkrak atau sentimen positif bagi rupiah. 

Rupiah justru melempem akibat ketakutan pasar terhadap pengelolaan defisit anggaran negara serta polemik restrukturisasi regulasi tata niaga ekspor.

"Kemudian yang ketiga ya tentang kebijakan-kebijakan yang kurang pro terhadap pasar ya ini yang membuat kemungkinan besar rupiah ini masih akan terus mengalami pelemahan dan pelemahan ini kemungkinan akan berlanjut besok ya ada 50-60 poin pelemahan," ujar Ibrahim.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Super Grand Prize BSB Diraih Dela, Hadiah Ratusan Juta
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenag Ajak Verifikasi Mandiri Arah Kiblat pada 27-28 Mei 2026
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebakaran Afterhour Poins Square di Jaksel, 1 Orang Terkuka
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Akhirnya, Iran-AS Sepakat Akan Buka Kembali Selat Hormuz
• 13 jam laludetik.com
thumb
Polisi Serbu Kantor Oposisi Turki, Terjadi Usai Pengadilan Tolak Kepemimpinan Terpilih
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.